Sering Cemas dan Takut? Hati-Hati Gejala OCD | Breaktime
Sering Cemas dan Takut? Hati-Hati Gejala OCD
08.03.2016

Pernahkah Anda tiba-tiba merasa cemas berlebihan sehingga membuat hari itu menjadi bad day untuk Anda? Atau secara mengejutkan Anda takut akan sesuatu secara berlebihan? Apabila itu terjadi, sebaiknya Anda perlu berhati-hati karena mungkin saja itu salah satu gejala dari OCD.

Apa itu OCD? Obsessive Corbuzier's Diet? Bukan itu kepanjangan dari OCD, B'timers. OCD adalah singkatan dari Obsessive Compulsive Disorder. Secara detail, OCD merupakan sebuah kondisi di mana seseorang akan merasakan takut dan cemas berlebihan ketika melakukan suatu kegiatan.

Ketakutan itu akan terus berputar sampai seseorang itu tersembuhkan. Hal ini sesuai dengan 4 tahapan Obsessive Compulsive Disorder yang juga menjadi sebuah tanda apabila seseorang mengalami OCD. Bagi B'timers yang belum mengetahu 4 tahapan itu, berikut penjelasannya :

Sering Cemas dan Takut? Hati-Hati Gejala OCD | Breaktime
Rasa cemas bisa berubah menjadi paranoid kalau tidak disembuhkan

1. Obsesi

Ketika seseorang yang mengalami OCD bertemu dengan benda yang membuatnya takut semisal lilin, yang terjadi pada otaknya adalah secepat mungkin memadamkannya. Itulah penjelasan yang dimaksud dari obsesi. Sama halnya dengan alergi, hanya saja bagi penderita OCD tidak terjadi efek samping di kesehatan, namun berdampak buruk pada mentalnya.

2. Kecemasan

Setelah obsesi yang melibatkan sentuhan fisik atau pengamatan langsung, pasien OCD akan merespon hal tersebut dengan rasa cemas. Cemas ini muncul karena rasa takut akan terjadi sesuatu apabila benda pemicu tersebut berubah menjadi hal yang buruk. Inilah yang membuat penderita OCD menderita dari waktu ke waktu.

3. Kompulsi

Kecemasan ini akan terus menggerogoti penderita OCD sampai akhirnya mereka melakukan respon kompulsi. Kompulsi adalah sebuah tindakan penurunan tingkat stres atau tekanan yang ada di pikiran. Tujuan utama dari penderita OCD melakukan ini tidak lain adalah menghilangkan kecemasan.

4. Kelegaan sementara

Akhir dari kompulsi adalah perasaan lega sementara. Mengapa disebut sebagai lega sementara? Karena perasaan lega ini akan secepatnya menghilang disebabkan oleh proses yang berputar kembali. Ya, penderita OCD akan kembali mengulang fase obsesi dari awal meskipun tidak melibatkan indera dan hanya dipikirkan saja.

Nah, B'timers, apakah Anda merasakan keempat tanda tersebut ada pada diri Anda? Namun, meskipun keempatnya adalah tahapan dari OCD, seorang dengan kebiasaan perfeksionis tidak bisa dianggap menderita Obsessive Compulsive Disorder.

Mengapa bisa begitu? Karena seseorang yang perfeksionis melakukan sesuatu berlandaskan semangat dan kebiasaan, bukan diiringi rasa takut yang terus berulang. Jadi, B'timers harus berhati-hati dalam membedakan OCD dengan sikap perfeksionis, ya. (wsu)

Share This Article