Sekolah Reguler, Homeschooling atau Akselerasi, Mana yang Terbaik? | Breaktime
Sekolah Reguler, Homeschooling atau Akselerasi, Mana yang Terbaik?
31.08.2015

Menentukan sekolah untuk buah hati merupakan hal yang tidak mudah, terlebih lagi dengan banyaknya pilihan yang ada saat ini, seperti sekolah reguler, homeschooling, atau sekolah akselerasi. Tapi jangan khawatir, Breaktime akan membagikan beberapa informasi terkait ketiga sekolah tersebut yang akan mempermudah pilihan Anda:

Sekolah reguler

Anak-anak di sekolah reguler memiliki tingkat sosial yang tinggi
Anak-anak di sekolah reguler memiliki tingkat sosial yang tinggi

Sekolah reguler memberikan kesempatan bergaul yang lebih luas dibanding homeschooling atau sekolah akselerasi. Dengan kesempatan bersosialisasi yang luas, maka mental anak akan menjadi lebih kuat dan membuatnya mudah beradaptasi terhadap berbagai situasi. Akan tetapi, dampak negatifnya adalah kebebasan yang didapatkan terkadang justru membawa anak ke hal-hal negatif, seperti pengenalan pornografi sampai dengan pemakaian obat-obatan terlarang. Oleh karenanya, dibutuhkan perhatian dari semua orang, khususnya orang tua untuk terus mengawasi pergerakan dan pertemanan anak.

Homeschooling

Sisi keamanan dari anak-anak yang ikuti homeschooling lebih tinggi
Sisi keamanan dari anak-anak yang ikuti homeschooling lebih tinggi

Karena proses belajar-mengajar sepenuhnya dilakukan di rumah, maka kemampuan sosialisasi anak akan menjadi lebih rendah. Namun sisi positifnya, orang tua bisa memberikan pengawasan penuh selama proses belajar-mengajar. Tidak hanya itu saja, kurikulum juga bisa disesuaikan dengan minat dan bakat sang anak.

Sekolah akselerasi

Sekolah akselerasi memacu anak untuk lebih aktif
Sekolah akselerasi memacu anak untuk lebih aktif

Jika memilih sekolah akselerasi, maka buah hati tak perlu menghabiskan waktu panjang untuk menempuh pendidikan wajib. Misalnya saja, SD yang seharusnya ditempuh dalam 6 tahun bisa dilalui dalam 5 tahun saja, begitu pula dengan SMP dan SMA yang bisa dijalani hanya dalam 2 tahun. Tentu hal ini sangat baik karena anak akan selangkah lebih maju dibanding teman-teman seusianya. Tapi sisi negatifnya, waktu untuk bermain jadi terpangkas lantaran harus mengejar pelajaran yang disampaikan di sekolah.

Ada sisi positif dan negatif untuk setiap jenis sekolah. Yang terpenting, pastikan pilihan Anda disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan buah hati. 

Share This Article