Sebelum Resign, Lakukan Aktivitas Terakhir | Breaktime
Sebelum Resign, Lakukan Aktivitas Terakhir yang Bikin Berkesan
24.10.2015

Sudah mantap melangkah untuk resign setelah memikirkan semua konsekuensi dan risikonya matang-matang? Well, be ready and welcome to the jungle, folks! Ini mungkin jadi hal paling melegakan dalam hidup Anda, tapi juga jadi momen tak terlupakan seumur hidup. Oleh karena itu, lakukan hal-hal terakhir untuk menghindari penyesalan serta membuat kesan terbaik sebelum Anda walk out dari kantor:

Selesaikan semua tanggungan

Putuskan siapa saja yang akan mengambil alih proyek dan tugas yang selama ini B’timers pegang. Hitung mundur semua deadline setiap proyek tersebut dan pastikan Anda sudah mengkomunikasikannya dengan baik pada rekan kantor yang akan menangani tugas tersebut. Idealnya, semua ini harus selesai paling tidak sebulan sebelum Anda resign.

Arsipkan dokumen penting

Saat keluar dari kantor, Anda akan kehilangan akses email, dokumen, server, materi pengembangan profesionalitas dan banyak lainnya. Oleh karena itu, pilahlah berbagai dokumen penting yang sekiranya akan Anda butuhkan untuk karir masa depan.

Anda bisa membuat dropbox dan menyimpan sample karya kerja selama ini atau project plans. Selain  itu, jangan lupa untuk meng-update berbagai akun yang menggunakan email kantor sehingga Anda tetap bisa mengakses berbagai informasi penting.

Sebelum Resign, Lakukan Aktivitas Terakhir | Breaktime
Tinggalkan kesan yang baik dengan meja kerja yang rapi

Kemasi barang pribadi

Bersihkan meja kerja Anda dari serangkaian benda pribadi sehingga rekan kantor lainnya dapat menempati posisi tersebut dengan nyaman. Selain itu, Anda juga bisa meninggalkan catatan kecil tentang sejumlah informasi penting yang akan dibutuhkan oleh karyawan baru di meja Anda. Berbagi ilmu seperti ini akan meredakan rasa “berat” yang masih menjalar di dalam dada.

Berbincang dengan atasan

Selain itu, temuilah atasan atau pihak HRD Anda untuk melakukan pembicaraan yang santun dan terbuka. Dengarkan pesan-pesan terakhir dari pihak kantor dengan baik dan sampaikan pula masukan Anda untuk perbaikan sistem kerja ke depannya. Ini bisa jadi kesempatan terbaik bagi Anda sebagai karyawan senior untuk menyampaikan segala unek-unek pada atasan.

Sebelum Resign, Lakukan Aktivitas Terakhir | Breaktime
Hibur hati yang sedih dengan liburan

Tetap jaga hubungan baik

Tak lagi bekerja di tempat yang sama bukan berarti Anda memiliki hubungan buruk dengan semua orang di dalamnya, bukan? Oleh karena itu, jagalah hubungan baik dengan semua rekan dan atasan Anda.

Catatlah nomor telepon mereka dan agendakan suatu hari untuk tetap hang out bersama. Dengan begitu, mereka juga akan mudah untuk menghubungi Anda bila sewaktu-waktu butuh bantuan ataupun sebaliknya.

Agendakan liburan

Tak bisa ditampik, resign dari kantor akan meninggalkan perasaan duka yang cukup dalam. Anda tak lagi bisa bertemu dengan rekan kantor yang sudah seperti saudara dan bisa “menggila” di tengah kegilaan deadline yang tak kenal ampun.

Oleh karena itu, agendakan liburan ke sejumlah tempat untuk mengalirkan aura positif dalam diri Anda. Berikan diri kesempatan untuk melihat banyak hal baru yang selama ini terlewatkan karena ditelan kesibukan. Hirup udara dalam-dalam, cintai diri Anda, cintai keputusan Anda.

Nah, sekarang B’timers tinggal membereskan apa saja yang perlu diselesaikan. Dan yang terpenting, berkomitmenlah untuk meninggalkan kesan terbaik, no matter what. Sebab, kesan terbaik itulah yang akan selalu diingat orang selamanya.

Share This Article