Scary! 4 Hal Terselubung Penyebab Seseorang Bunuh Diri | BREAKTIME
Scary! 4 Hal Terselubung Penyebab Seseorang Bunuh Diri
17.04.2015

Ngeri namun nyata. Bunuh diri kini bukan lagi sesuatu yang tabu, berita mengenai hal ini pun semakin marah menghiasi media massa. Jika itu terjadi, tentu yang paling dikejutkan adalah orang-orang terdekat pelaku bunuh diri, karena mereka kehilangan orang yang dicintai begitu cepat. Yang tersisa pun hanya tanya yang entah ada atau tidak jawabnya. 

Meski ada begitu banyak faktor penyebab bunuh diri, namun bagaimana seseorang bisa sampai senekat itu mengakhiri hidupnya? Mengapa mereka begitu putus asa hingga melakukan bunuh diri?

Scary! 4 Hal Terselubung Penyebab Seseorang Bunuh Diri | BREAKTIME
Merasa tak menemukan jalan keluar dari masalah, seseorang bisa nekat bunuh diri

Di balik kelamnya suicide, rupanya inilah penyebab tak terduga yang membuat seseorang berani menjemput mautnya sendiri:

Mereka mengikuti kata hati

Alasan ini biasanya datang dari orang-orang yang kecanduan alkohol dan obat-obatan terlarang. Terlalu banyak mengonsumsinya membuat seseorang jadi lebih cengeng dan secara impulsif mengikuti kata hati. Dalam beberapa kasus, mereka masih sempat tertolong dan bisa ditenangkan, namun nantinya pasti akan melakukan percobaan bunuh diri lagi, terutama saat mereka kembali mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang.

Mereka sangat butuh pertolongan tapi tak tahu bagaimana caranya minta tolong

Orang-orang seperti ini biasanya tidak ingin mengakhiri hidupnya. Dalam kasus seperti ini, pelaku bunuh diri lebih ingin “mencari perhatian” dengan usaha bunuh diri namun tak ingin nyawanya berakhir. Seringkali hal ini terjadi pada remaja yang merasa galau dan emosional. Yang berujung fatal adalah ketika “mencoba-coba” bunuh diri, nyawa mereka justru tak bisa diselamatkan.

Mereka punya keinginan filosofis untuk mengakhiri hidup

Keputusan untuk mengakhiri hidup kadang terjadi karena seseorang mengalami suatu penyakit yang tak mungkin bisa disembuhkan. Mereka tahu bahwa pada akhirnya mereka takkan selamat. Tanpa mengalami depresi, kegilaan, rasa cengeng atau membutuhkan pertolongan, orang-orang ini cenderung ingin bunuh diri sebagai bentuk kontrol atas takdir mereka. Mereka ingin mengakhiri penderitaan mereka sendiri, yang hanya bisa dilakukan dengan kematian.

Mereka melakukan sebuah kesalahan

Meski tak menjurus secara mutlak, namun hal ini cenderung terjadi pada orang yang perfeksionis dan tak bisa menerima jika dirinya melakukan kesalahan. Mereka pun akan melakukan tindakan ekstrem untuk “menghukum” dirinya sendiri.

Nah B’timers, seberat apapun masalah yang dihadapi, solusi itu pasti ada. Maka bijaklah dalam bersikap agar tak salah mengambil keputusan, ya!

Share This Article