Penjelasan Logis Tentang Tindihan Ketika Tidur | Breaktime
Rasa “Tertindih” Ketika Tidur Bukan Ulah Makhluk Halus, Tapi…
19.07.2015

Jika sedang tidur dengan nyenyaknya lalu tiba-tiba tubuh tidak dapat digerakkan, mulut tidak dapat mengeluarkan suara, bahkan napas pun terasa berat, maka hal tersebut dinamakan dengan nama tindihan.

Tidak sedikit yang menganggap bahwa tindihan tersebut adalah ulah makhluk halus yang sengaja membuat tubuh lumpuh tidak dapat melakukan apa-apa. Menurut B’timers sendiri, apakah tindihan itu benar ulah makhluk halus atau disebabkan hal lainnya? Yuk, simak kebenarannya!

Fenomena tindihan kerap dikaitkan dengan keberadaan makhluk halus yang sengaja mengganggu seseorang saat tidur. Hal tersebut dikarenakan selama mengalami tindihan, seseorang seakan melihat penampakan sosok atau juga suara-suara yang semakin menguatkan keberadaan hantu.

Namun ternyata, kasus tindihan ini dapat dijelaskan secara ilmiah dan tidak ada sangkut pautnya dengan makhluk astral lho, B’timers. Menurut istilah medis, tindihan merupakan satu kondisi gangguan tidur yang disebut dengan nama sleep paralysis. Walaupun dikatakan miliki sisi bahaya, tapi sleep paralysis ini tidak selalu berhubungan dengan masalah kesehatan fisik seseorang.

Sleep paralysis adalah sejenis halusinasi yang terjadi karena malfungsi tidur pada tahap Rapid Eye Movement (REM) atau fase ketika seseorang sudah dalam keadaan tertidur sangat lelap.

Semua orang, baik yang muda atau tua dapat mengalami sleep paralysis
Semua orang, baik yang muda atau tua dapat mengalami sleep paralysis

Ketika mengalami tindihan, tubuh akan serasa lumpuh karena pada fase REM, yang terbangun hanyalah otak saja dan tubuh masih dalam keadaan statis alias tidak dapat melakukan apa-apa. Keadaan tersebut juga disertai dengan halusinasi karena gelombang otak sedang dalam posisi tidak stabil.

Dengan munculnya halusinasi itu, maka tidak jarang orang-orang yang mengalami tindihan akan merasakan bahwa tubuhnya sedang ditekan atau diduduki makluk halus, melihat hal-hal aneh, atau juga mendengar suara menyeramkan.

Penyebab dari sleep paralysis adalah kondisi tubuh yang terlalu lelah, stres berat, atau kurang tidur. Dalam keadaan seperti ini, gelombang otak tidak mengikuti tahap yang seharusnya, yaitu dari tahapan keadaan sadar, ke tahap tidur paling ringan, akan tetapi langsung melompat ke fase REM.
Secara umum, tidur manusia dibagi menjadi beberapa bagian: tahap mengantuk dan hendak tidur, tahap tidur ringan, tahap tidur yang menjembatani keadaan sadar dan tertidur lelap, serta terakhir adalah tahap REM atau tidur dengan sangat lelap.

Kadang, ada juga kasus kematian saat seseorang mengalami sleep paralysis. Hal tersebut sebenarnya juga dapat dijelaskan secara ilmiah. Saat mengalami sleep paralysis, seseorang akan mengalami psychosomatic atau efek ketika pikiran manusia dalam keadaan benar-benar tertekan.

Dari efek ini, maka timbul berbagai gejala seperti peningkatan tekanan darah, detak jatung menjadi sangat cepat, nyeri pada bagian dada dan kepala, hingga kesulitan bernapas. Hal-hal tersebutlah yang menyebabkan seseorang meninggal dunia.

Nah, B’timers sudah tahu kan, fakta di balik fenomena tindihan? Ternyata semuanya bisa dijelaskan dari sisi medis, ya!

Share This Article