Jangan Ucapkan 5 Kata Ini di Kantor! | Breaktime
Pekerja Kantoran, Jangan Ucapkan 5 Kata Ini di Kantor!
17.01.2016

Ungkapan “mulutmu harimaumu” memang benar adanya, lho. Kita seringkali tidak menyadari apa yang keluar dari mulut kita justru menjadi bumerang bagi kita sendiri, termasuk apa yang kita katakan di tempat kerja. Kadang secara tidak sengaja bisa berakibat buruk pada nasib karier kita ke depannya. Seorang ahli linguistik, Tara Mohr, mengatakan agar kita menghindari 5 kata ini saat kita sedang bekerja. Apa saja, ya?

  • “Hanya”

Kata “hanya” seperti yang terdapat pada kalimat "Saya hanya khawatir jika..." "Saya hanya ingin tahu..." biasanya diucapkan ketika kita merasa menyesal atau canggung. Namun, sebisa mungkin cobalah untuk tidak menyertakan kata “hanya” karena itu menunjukkan bahwa Anda dipenuhi dengan keragu-raguan. “Saya khawatir jika…” dan “Saya ingin tahu…” jauh lebih menunjukkan bahwa Anda adalah pribadi yang kuat.

  • “Maaf, tapi…”

Menyampaikan permintaan maaf memang baik, tetapi banyak yang tidak sadar bahwa  meminta maaf berulang-ulang dan terlalu sering itu justru tidak baik. Gunakan kata maaf seperlunya dan pada tempatnya.

Jangan Ucapkan 5 Kata Ini di Kantor! | Breaktime
Apa yang Anda ucapkan mencerminkan pribadi Anda
  • “Sebenarnya..”

Mengucapkan kata "sebenarnya" di awal kalimat akan terdengar seolah-olah Anda terkejut dengan perkataan Anda sendiri. Para ahli bahasa menyimpulkan bahwa mereka yang sering mengucapkan kata-kata "sebenarnya," "hanya" dan "hampir" menunjukkan rendahnya status dan kualitas si penutur. Anda tidak ingin dinilai seperti itu, bukan?

  • “Apakah itu masuk akal?”

Melontarkan pertanyaan tersebut malah menunjukkan bahwa Anda tidak masuk akal. Akan jauh lebih baik jika Anda menggantinya dengan kalimat yang lebih sopan dan lebih baik namun tidak mengurangi makna seperti, "Apakah Anda memiliki pertanyaan atau pikiran yang ingin disampaikan?"

  • “Saya bukan ahli, tapi…”

Kalimat seperti "Anda sudah berpikir tentang hal ini lebih lama daripada saya, tapi ..." dan “Saya bukan ahli, tapi…” mungkin Anda ucapkan dengan tujuan merendah dan mencoba lebih humble. Namun hal tersebut tidak sepatutnya diucapkan karena hanya akan membuat Anda terlihat memiliki kualitas yang lebih rendah dari lawan tutur Anda. Daripada kalimat-kalimat tadi, "Mari kita melakukan beberapa brainstorming, pikiran saya adalah seperti ini..." akan jauh lebih baik.

Nah, semoga informasi tersebut menambah wawasan Anda tentang dunia kerja ya, B’timers! Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, share ke teman-teman dan rekan kerja Anda. (nap)

Share This Article