Narsis Tidak Selalu Negatif Ada Positifnya Juga! | Breaktime
Narsis Tidak Selalu Berkonotasi Negatif, Ada Sisi Positifnya Juga!
11.11.2015

Siapa sih, yang tidak mengenal kata narsis di zaman sekarang ini? Pastinya semua mengenal, bahkan B’timers sendiri juga pernah melakukannya, bukan? Tapi banyak orang yang menganggap narsis adalah hal yang menggelikan dan memalukan, bahkan disebut alay, tapi ternyata menurut penelitian, narsis itu penting lho, dilakukan.

Menurut hasil penelitian Cooperative Institutional Research Program (CIRP) dari Education Research Institute, University of California, Los Angeles mengungkapkan bahwa dibandingkan dengan 3 dekade terakhir ini, remaja yang melakukan aksi narsis meningkat pesat.

Bahkan hal tersebut juga semakin menjadi ketika era teknologi serta internet semakin maju seperti sekarang ini. Alasan utama kenapa aksi narsis tersebut semakin meningkat karena dibandingkan beberapa dekade sebelumnya, rata-rata remaja sekarang ini memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi dan beranggapan bahwa apa yang ada dan melekat di dalam dirinya patut dipamer-pamerkan.

Tentu saja, tidak semua orang setuju dan suka akan aksi narsis ini. Bahkan ada pula yang menganggap bahwa orang yang narsis bahkan yang tingkatnya sudah melebihi batas, digolongkan dalam kategori orang-orang yang mentalnya terganggu.

Narsis Tidak Selalu Negatif Ada Positifnya Juga! | Breaktime
Ada yang menyebutkan bahwa narsis adalah jenis gangguan mental

Akan tetapi menurut seorang psikolog dari University of Georgia sekaligus penulis buku “The Narcissism Epidemic: Living In The Age Of Entitlement,” bernama W Keith Campbell mengatakan bahwa sisi narsis yang dimiliki seseorang itu ada manfaatnya juga.

Menurutnya, manfaat dari berperilaku dan memiliki sifat narsis adalah agar dapat memupuk dan menumbuhkan rasa percaya diri serta menurunkan tingkat stres, sehingga tekanan darah dapat menjadi normal.

Bahkan dikatakan pula, jika B’timers memiliki pasangan yang suka melakukan aksi narsis, maka dianjurkan untuk tidak mengubahnya atau menyuruhnya berhenti. Biarkanlah karena dengan menyuruhnya berhenti melakukan aksi tersebut, sama saja dengan Anda membatasi ruang ekspresi dan juga membunuh rasa percaya diri orang yang B’timers sayangi.

Pada intinya, tidak ada hak atau undang-undang yang melarang atau mewajibkan seseorang untuk berperilaku narsis, jadi merupakan hak B’timers untuk melakukannya asal tidak kelewat batas, agar orang lain tidak merasa terganggu. (das)

Share This Article