Mulai Berempati, Hidup Anda Akan Lebih Bermakna | Breaktime
Mulailah Berempati, Hidup Anda Akan Jadi Lebih Bermakna
28.11.2015

Mudah saja menertawakan kegagalan seseorang, tidak sulit mencaci kesalahan rekan kerja, dan sangat gampang pura-pura bersedih atas kemalangan sahabat dekat. Tapi pernahkah Anda berpikir bagaimana jadinya jika Anda sendiri yang ada di posisi sulit tersebut?

Ya, menempatkan diri pada sudut pandang orang lain bukanlah perkara mudah. Untuk melakukannya, Anda perlu ‘membunuh’ egoisme pribadi dan mencoba memandang lebih luas di luar kehidupan Anda. Meski sulit, tak ada salahnya membiasakan diri berempati mulai saat ini. Karena hal tersebut akan membuat sosok Anda lebih berharga di mata orang-orang tersayang.

Untuk menumbuhkan rasa empati dalam diri B’timers, coba lakukan beberapa hal berikut ini:

Belajarlah untuk mendengarkan

Kalau biasanya Anda lebih suka mendebat, kali ini cobalah mundur beberapa langkah dan dengarkan apa yang disampaikan orang lain. Dengan mencoba mendengarkan apa yang terucap dari orang-orang di sekitar, Anda akan belajar memahami posisi dan perasaan mereka.

Jangan segan bertanya kabar orang lain

Anda enggan menyapa orang lain karena tak ingin terlibat percakapan basa-basi yang menjemukan? Mulai saat ini, cobalah singkirkan pola pikir tersebut dan tanamkan bahwa memperbanyak interaksi dengan orang lain akan mengasah kepekaan Anda. Tak ada salahnya kok, sekedar menanyakan kabar tetangga sebelah rumah yang kebetulan berpapasan tiap pagi atau menyapa penjual makanan yang jadi langganan Anda.

Mulai Berempati, Hidup Anda Akan Lebih Bermakna | Breaktime
Memulai pembicaraan dengan orang lain bisa jadi cara untuk menumbuhkan empati

Tatap mata seseorang saat berbicara

Melalui mata, ada banyak emosi yang bisa tertangkap. Biasakan untuk menatap mata orang yang berbicara dengan Anda. Amati perubahan emosi yang tergambar dari matanya, dan jangan segan membuka diskusi apabila Anda merasa lawan bicara sedang sedih atau bingung, meski ia sendiri tak mengatakan apapun.

Kadang memiliki rasa empati tinggi memang melelahkan. Sebab, mau tak mau Anda jadi harus ikut menyelami perasaan orang lain. Tapi percayalah B’timers, tak ada ruginya menjadi orang yang selalu bisa memahami perasaaan dan sudut pandang orang-orang terdekat. Put yourself in other people's shoes

Share This Article