Mitos atau Fakta, Manusia Hanya Gunakan 10 % dari Kapasitas Otaknya? | Breaktime
Mitos atau Fakta, Manusia Hanya Gunakan 10 % dari Kapasitas Otaknya?
21.05.2015

Manusia adalah makhluk sempurna yang diciptakan Tuhan dengan berbagai macam kelebihan. Salah satu hal yang bisa dibilang ‘ajaib’ dari manusia dan tak hentinya dijadikan objek penelitian hingga saat ini adalah otak. Otak manusia sendiri memiliki banyak sekali fungsi, yaitu untuk berpikir, mengingat, sampai pada proses yang lebih rumit yaitu menimbang dan memutuskan suatu permasalahan.

Nah, B’timers pasti sudah pernah dengan nih, informasi yang mengatakan bahwa sebagian besar manusia hanya menggunakan 10% kemampuan dan kapasitas otaknya. Apakah hal tersebut memang sebuah kenyataan ataukah hanya mitos yang berkembang di masayarakat saja? 

Berfikir, melamun, dan membaca adalah beberapa kerja otak yang luar biasa
Berfikir, melamun, dan membaca adalah beberapa kerja otak yang luar biasa

Dokter Roslan Yusni Hasan, SpBs, dari RS Bethsaida Serpong, menjelaskan bahwa anggapan yang beredar di masyarakat luas tersebut ternyata hanya mitos belaka yang terdengar sejak tahun 1930-an. Pernyataan ini pertama kali dipublikasikan dalam buku berjudul “How To Win Friends and Influence People” yang ditulis seorang motivator bernama Dale Calergie. Sayangnya, pernyataan ini tak didukung penelitian yang tepat karena ternyata Dale juga tidak memiliki latar belakang di bidang medis. 

Hal tersebut juga sudah dibantah oleh berbagai macam penelitian setelah mengetahui anatomi otak manusia. Bayangkan saja, saat melakukan proses pengunyahan makanan di mulut, otak membutuhkan 100% kemampuannya. Selain itu, untuk tertawa dan mengingat sesuatu, otak juga membutuhkan kinerja maksimal dan tak mungkin hanya 10% saja. 

Otak manusia melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam sekali waktu. Contohnya saja saat belajar, seseorang dituntut untuk memasukkan ilmu baru, mengulang pelajaran yang telah lalu, sambil melakukan berbagai kegiatan lainnya seperti ngobrol atau makan. Kerja otak akan semakin maksimal bila ada unsur emosional yang terkandung di dalamnya. Maka dari itu, tidak mungkin otak hanya bekerja dengan kapasitas yang sangat sedikit. 

Share This Article