Menyuapi Bayi ala Baby Led Weaning, Amankah? | Breaktime
Menyuapi Bayi ala Baby Led Weaning, Amankah?
08.11.2017

Masih ingat kehebohan di akun Instagram penyanyi Andien baru-baru ini? Sejak melahirkan buah hati pertamanya yang dipanggil Kawa, Andien senantiasa mengunggah foto berbagai metode parenting yang diterapkan dengan suaminya terhadap si kecil. Metode parenting Andien yang sempat mengguncang jagad dunia maya ialah teknik menyuapi anak ala Baby Led Weaning (BLW). Meski terdengar asing, teknik ini bisa jadi pernah B’timers saksikan langsung di sekitar Anda ketika anak bayi nampak duduk sembari asyik menghabiskan makanannya sendiri.

Status penerapan metode Baby Led Weaning di Indonesia sendiri hingga kini tidaklah direkomendasikan. World Health Organization menegaskan bahwa potensi kematian bayi dan balita di Indonesia masih sangat tinggi, terutama akibat kekurangan zat besi, sehingga metode BLW bukanlah pilihan tepat untuk memberi makan bayi. Logikanya, bayi yang sejak lahir terbiasa meminum air susu Ibu secara ekslusif tentu tidaklah siap apabila segera diberikan makanan padat ketika gigi pertamanya abru saja tumbuh. Tak hanya risiko tersedak, metode BLW juga kemungkinan akan membuat sistem pencernaan bayi menjadi kaget.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Rahasia dari Gaya Hidup Seimbang dan Bahagia

Secara insting, bayi pada usia 6 bulan tak lagi memiliki kebiasaan menjulurkan lidah dan mulai belajar menggerakkan lidahnya ke arah kanan dan kiri di dalam mulut. Naluri tersebut kemudian akan memudahkan bayi untuk belajar mengarahkan makanan ke gigi lalu mengunyahnya sebelum ditelan. Naluri itu sejalan dengan teknik memberi makan bayi dengan bubur lumat yang cenderung mudah ditelan sesuai dengan perkembangan gigi bayi. Berbeda dengan teknik memberi makan bayi dengan puree atau bubur lumat, para orangtua yang menerapkan metode BLW bisa jadi akan memberikan makanan padat yang seringkali belum sanggup dicerna bayi. Oleh karena itulah, Andien juga sempat menyarankan dalam unggahan Instagram miliknya bahwa setiap metode memiliki kesesuaian dengan gaya parenting setiap orangtua, demikian juga dengan metode BLW. 

Menyuapi Bayi ala Baby Led Weaning, Amankah? | Breaktime
Sediakan aneka pilihan makanan tiap kali memberi makan bayi dengan metode BLW

Berbeda dengan menyuapi bubur lumat yang tentunya mengandung nutrisi sesuai takaran, dalam metode BLW biasanya bayi akan dibebaskan memilih dan mengkonsumsi sendiri aneka jenis finger food yang telah disediakan orangtua di hadapannya. Dikhawatirkan, teknik memberi makan bayi seperti itu berisiko memberikan nutrisi yang tidak mencukupi karena bayi tidak mengetahui seberapa banyak makanan yang harus dikonsumsi untuk kebutuhan tubuhnya. Meski memiliki insting untuk mengenal benda-benda dengan memasukkan ke mulut, bayi bisa jadi akan membuang-buang makanan yang telah disediakan sehingga tak hanya berantakan, metode BLW tak bisa menjamin berapa banyak makanan yang telah dikonsumsi bayi dan berapa banyak asupan nutrisi yang telah tercukupi.

 

Menyuapi Bayi ala Baby Led Weaning, Amankah? | Breaktime
Baby Kawa makan dengan metode BLW bersama dengan waktu makan orangtua

Meski kontroversial, metode BLW yang pertama kali tenar di Inggris pada satu dekade silam ini sebenarnya menyimpan berbagai manfaat. Dengan memberikan makanan bertekstur, bayi akan belajar mengunyah dengan gigi pertamanya maupun gusinya sehingga dapat merangsang pertumbuhan gigi, menguatkan otot rahang, serta menstimulasi pertumbuhan lengkung gigi. Dengan bertambahnya lengkung gigi, tempat tumbuhnya gigi bayi akan semakin lebar sehingga mempermudah proses pertumbuhan gigi. 

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Ini Rahasia Keluarga Muda Saat Membeli Mobil!

B’timers yang bermaksud menerapkan metode BLW pada buah hati sebaiknya melakukan beberapa persiapan khusus yang berbeda dengan teknik menyuapi biasa. Pertama, sediakan kursi bayi yang dilengkapi meja sehingga bayi dapat duduk tegak dan aman selama proses BLW berlangsung. Untuk mengantisipasi kekacauan, Anda bisa memasang celemek pada leher bayi maupun memberi alas kertas Koran atau perlak di atas lantai tempat kursi bayi berada agar tumpahan makanan tidak berantakan di lantai. Selalu dampingi proses makan si kecil agar Anda bisa mengamati proses makannya, memberi dukungan dan penyemangat, hingga berjaga-jaga apabila bayi tersedak. Berikan finger food berupa buah, baby snack yang mudah lumer di mulut, hingga sayur dan ubi-ubian rebus. Berikan makanan dengan ukuran sesuai genggaman bayi, tidak terlalu besar atau kecil, agar bayi dapat mengambilnya dengan mudah.

Metode BLW dipercaya mampu mengajarkan bayi untuk menghargai makananya sendiri sehingga tumbuh besar menjadi anak yang tidak suka pilih-pilih makanan. Buah hati Anda nantinya akan terbiasa dengan berbagai jenis makanan sehingga asupan gizinya lebih mudah terpenuhi seiring meningkatnya kemampuan untuk mekan secara mandiri. Dengan mendampingi metode BLW atau melakukannya saat proses makan keluarga berlangsung, bayi yang dibesarkan dengan metode BLW akan tumbuh besar lebih sering makan bersama keluarga. Bayi yang terbiasa dengan metode BLW juga cenderung terlindung dari obesitas di masa kecil karena orangtua bisa mendorong bayi memilih makanan yang lebih sehat.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Perlunya Rasa Syukur di Lingkungan Kerja

Agar lebih aman, B’timers bisa menggabungkan metode BLW serta menyuapi bayi dengan puree atau bubur lumat biasa untuk memastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Anda juga bisa mengkonsultasikan hal ini kepada dokter anak Anda untuk pendampingan lebih lanjut. (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE