Meningkatnya Kecelakaan Lalu Lintas ? | Breaktime
Meningkatnya Kecelakaan Lalu Lintas: Human Error atau Kecerobohan?
07.12.2015

Bagi B’timers yang bertempat tinggal di daerah Jakarta atau Jawa Barat, pastinya mengetahui bahwa beberapa minggu terakhir ini banyak kecelakaan lalu lintas yang terjadi, mulai dari yang terjadi di Tol Cipali sampai dengan yang terbaru adalah tertabraknya bus metromini oleh KRL Commuterline di perlintasan Kereta Muara Angke, Jakarta Barat, (6/12) kemarin.

Secara total ada 18 orang meninggal dunia karena tabrakan antara metromini dengan kereta di Muara Angke tersebut, akan tetapi seperti tidak ada berhentinya kasus serupa yang terjadi dan dikarenakan kabarnya human error atau kelalaian dari sang pengemudi sendiri, bukan karena faktor kesalahan mesin.

Secara arti bahasa, human error adalah sesuatu yang terjadi dan tidak sesuai dengan yang diharapkan serta pelakunya adalah manusia itu sendiri. Ketidaksesuaian tersebut terjadi karena banyak faktor, beberapa di antaranya adalah penyimpangan dari niat dan kegagalan seseorang untuk mendapatkan atau mencapai tujuan sesuai dengan rencana.

Menurut Bob Joop Goos dari International Organization for Road Accident Prevention, 90% kecelakaan yang pernah terjadi dalam sejarah manusia disebabkan karena kelalaian manusia itu sendiri. Berdasarkan lansiran dari situs resmi NHTSA, setidaknya ada 4 faktor umum yang memicu terjadinya kecelakaan, yaitu;

  • Pengemudi kehilangan konsentrasi
  • Menurunnya kondisi tubuh
  • Pengaruh obat atau alkohol
  • Tidak dapat mengontrol kendaraan dengan sempurna
Meningkatnya Kecelakaan Lalu Lintas ? | Breaktime
Selama ini ada 2 macam penyebab terjadinya kecelakaan, machine error dan human error

Akan tetapi, benarkah apa yang disebut human error itu ada ataukah karena faktor egois dan merasa mempunyai skill yang mumpuni yang dimiliki seseorang dan menyebabkan kecelakaan terjadi?

Menurut Gary Rowe, CEO dari Safety Action Pty Ltd menjelaskan bahwa tidak semuanya kecelakaan yang terjadi karena human error karena jika dikatakan begitu, maka eror memiliki implikasi benar atau salah. Dengan kata lain, seseorang masih tetap dalam aktivitasnya untuk melakukan sesuatu dengan benar dan ternyata dia tidak sengaja salah yang mengakibatkan kerusakan.

Namun, kecelakaan yang terjadi sekarang ini lebih banyak dikarenakan faktor egois dan aksi bodoh seseorang. Mengambil contoh pada kecelakaan di Muara Angke, jika sang sopir metromini tidak egois dan bertindak bodoh untuk melintasi perlintasan kereta dan menerobos palang penanda, mungkin musibah tersebut tidak akan terjadi.

Jadi, menurut Rowe, tidak semua kecelakaan yang terjadi dapat diklasifikasikan pada human error karena ada beberapa di antaranya yang disebabkan aksi bodoh seseorang itu sendiri. Bagaimana menurut B’timers benarkah pendapat dari Rowe tersebut? (das)

Share This Article