Mengapa Orangtua Wajib Awasi Media Sosial Anak? | Breaktime
Mengapa Orangtua Wajib Mengawasi Media Sosial Anak?
01.12.2015

Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat siapa saja dapat dengan mudah mengakses internet. Apalagi, kini makin banyak bermunculan media sosial yang seakan menjadi tren. Bagi remaja dan bahkan anak-anak, memiliki akun media sosial seakan sudah menjadi kewajiban. Namun, ada bahaya yang tidak disadari oleh anak-anak, B’timers.

Ya, meski kelihatannya aman-aman saja, media sosial kadang disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan pelecehan dan bullying secara online. Ini juga disebabkan sulitnya orangtua mengawasi aktivitas anak-anak di media sosial. Bahkan, pelecehan seksual secara online ini terkadang benar-benar sangat mengerikan dan tak pantas.

Sarah Gorry, seorang peneliti di Dublin, melakukan sebuah proyek penelitian tentang pelecehan secara online bersama Tom Meagher dari White Ribbon group. Ia mengaku merasa “syok” saat melihat profil para remaja pengguna berbagai media sosial yang berbeda. Kenyataannya para remaja sekarang memang “berani”.

Gorry pun mengaku, ia sempat menjadi korban bullying secara online lewat media sosial seperti Twitter dan Facebook. Namun, ia mengatakan bahwa tingkat konten seksual dan bahasa yang tidak senonoh di antara para pengguna media sosial berusia dewasa memang menakutkan baginya.

Sebagai orangtua, mengawasi aktivitas anak di media sosial memang harus dilakukan. Ini merupakan cara untuk melindungi anak di akun media sosialnya. Jadi, meski mungkin anak menyebut orangtua kepo atau “selalu ingin tahu”, berikan pengertian kepada mereka bahwa ini penting untuk menjaga diri mereka.

Mengapa Orangtua Wajib Awasi Media Sosial Anak? | Breaktime
Perlunya pengawasan orangtua terhadap media sosial anak-anak

Untuk langkah awal, barangkali orangtua bisa mengajari anak dan memberikan pengertian tentang seks. Ya, mungkin di Indonesia ini terasa tabu, apalagi untuk diajarkan kepada anak-anak dan remaja di usia mereka. Namun, sebenarnya pendidikan seks sangatlah penting, apalagi dengan semakin maraknya media sosial yang tak ada batasan bagi siapapun dan di manapun.

Karena kebebasan tanpa batas inilah, siapa saja bisa “melakukan” dan “mengucapkan” apa saja di media sosial, termasuk pelecehan dan bullying secara online dan tanpa bertatap muka. Secara tak langsung, ini sudah termasuk pelecehan dan tindak kekerasan “terselubung”, baik terhadap pria maupun wanita.

Tak hanya membuat mental down, tetapi anak-anak juga jadi “tahu” bahasa-bahasa yang tak pantas diucapkan dan tak senonoh. Tak hanya itu, kemudahan akses internet juga membuat anak-anak dan remaja yang sebenarnya masih di bawah umur bisa menonton video porno yang sebenarnya tak pantas mereka tonton.

Karena itulah, sebaiknya orangtua melakukan pengawasan terhadap media sosial anak-anak yang berusia antara 14-18 tahun. Ini untuk melindungi anak dari kejahatan cyber atau cyber crime yang bisa merugikan mereka, B’timers. (md)

Share This Article