Mengapa Kita Merasakan Kebencian? Ini Jawabannya | Breaktime
Mengapa Kita Merasakan Kebencian? Here’s the Answer
05.11.2015

Kebencian merupakan salah satu bentuk emosi. Seperti halnya rasa cinta, kebencian juga memiliki kadar yang berbeda-beda. Seperti misalnya ketika seorang anak benci minum obat karena rasanya yang pahit ataupun orang dewasa yang benci terhadap orang lain yang menyakiti hatinya.

Kebencian juga bisa muncul karena pengaruh bentuk emosi lainnya, seperti rasa marah dan takut, atau gabungan keduanya. Sayangnya, kebencian juga sering menyebabkan kita memandang buruk terhadap sesuatu yang kita benci.

Hate circuit

Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitu College London pada tahun 2008 silam, menemukan bahwa ketika seseorang merasa benci, beberapa bagian otak akan diaktifkan. Bagian yang disebut sebagai ‘hate circuit’ tersebut terdiri dari putamen, gyrus frontal medial, korteks premotor dan korteks insula.

Dapat menyebabkan ganguan mental

Orang-orang dengan kebencian ekstrim yang mendalam biasanya akan berperilaku kejam. Mereka juga memiliki gangguan mental yang buruk seperti narsistik dan depresi parah. Meskipun begitu, tidak semua rasa benci akan menjadi penyakit mental, karena benci merupakan bagian dari emosi. Namun, benci dapat menyebabkan stres psikologis yang tentu saja mempengaruhi mental.

Mengapa Kita Merasakan Kebencian? Ini Jawabannya | Breaktime
Jarak antara cinta dan benci sangatlah tipis

Cinta dan benci

Dua bagian otak yang merupakan ‘hate circuit’, putamen dan insula, ternyata juga merupakan bagian yang aktif ketika seseorang sedang jatuh cinta. Itulah mengapa ada ungkapan untuk mencintai seperlunya dan membenci secukupnya, karena memang jarak antara cinta dan benci di otak sangatlah tipis.

Namun, ada satu yang menjadi kunci utama pembeda cinta dan benci, yakni korteks frontal otak. Ketika membenci seseorang, bagian yang berfungsi untuk berpikir kritis dan memberikan penilaian ini akan aktif. Tapi, ketika sedang merasakan cinta, bagian korteks frontal tersebut akan tertutup dan tidak aktif. Hal ini membuktikan bahwa perasaan benci bukan hanya reaksi emosional, tapi juga meningkatkan penalaran dan penghakiman terhadap sesuatu atau seseorang.

Benci dan balas dendam

Ketika merasa benci, premotor cortex akan diaktifkan dan membuat seseorang agresif, bahkan mempersiapkan serangan fisik. Tak jarang pula, rasa benci akhirnya berujung pada pembalasan dendam karena merasa tersakiti. Mereka menggunakan rasa benci untuk memperoleh kepuasan setelah mencapai tujuannya menyakiti individu yang dibencinya.

Mengapa Kita Merasakan Kebencian? Ini Jawabannya | Breaktime
Seperti halnya pistol, benci dapat bermanfaat ataupun merugikan

Benci = Pistol

Kenapa benci disamakan dengan pistol? Karena, seperti halnya pistol kebencian bisa menjadi sesuatu yang merugikan dan bermanfaat. Jika dampak buruk kebencian bisa berupa pembalasan dendam, kebencian juga bisa menjadi emosi positif yang akan membawa seseorang pada kesuksesan. Tak sedikit orang-orang yang sukses karena benci dilecehkan oleh orang-orang disekitarnya.

Gunakan kebencian untuk membangun diri sendiri menjadi proibadi yang lebih baik, bukan untuk menghancurkan orang lain demi kepuasan diri. (dfr)

Share This Article