Melihat Karakter Anak Berdasarkan Urutan Lahir, Bisakah? | Breaktime
Melihat Karakter Anak Berdasarkan Urutan Lahir, Bisakah?
23.06.2015
“A child has a special way of adding joy to every day.”

Every child is born unique! Benar sekali, frasa itulah yang paling tepat untuk menggambarkan karakter putra-putri Anda. Secara psikologis, perbedaan karakter pada anak tersebut bisa terjadi karena urutan kelahiran mereka, lho. Nah, berikut ini merupakan beberapa karakter umum yang jamak ditemui pada anak sulung, tengah, bungsu, ataupun tunggal:

Anak sulung

Anak sulung umumnya memiliki kemandirian yang bagus
Anak sulung umumnya memiliki kemandirian yang bagus

Menurut seorang pakar psikologi Frank J. Sulloway, PhD, anak sulung umumnya memiliki karakter lebih bertanggung jawab, ambisius, dan bisa diandalkan. Hal ini tak lepas dari penuhnya kasih sayang dan perhatian yang diberikan orang tua semasa kecil tanpa anak perlu “berkompetisi” dengan sesame saudaranya.

Selain itu, Frank juga menuturkan bahwa studi yang dilakukan di Norwegia pada tahun 2007 menunjukkan bahwa anak pertama memang cenderung memiliki poin IQ dua atau tiga poin lebih tinggi dari adik-adiknya.

Anak tengah

Anak tengah mampu menjadi pelaku mediasi yang baik
Anak tengah mampu menjadi pelaku mediasi yang baik

Cathrine Salmon, PhD, penulis buku The Secret Power of Middle Children mengungkapkan bahwa anak tengah memiliki karakter sebagai penyeimbang dan pelaku mediasi yang baik lantaran mereka sadar bahwa wewenangnya tak sebesar anak pertama. Ia juga mampu melaksanakan tugas dan kewajiban ketika anak sulung tak mampu melakukannya.

Kendati demikian, anak tengah umumnya memiliki watak yang sangat tak menyukai ketidakjujuran dan ketidakadilan. Ini terjadi ketika ia mengamati bahwa orang tua mulai melakukan ketidakimbangan dalam hal kasih sayang dan perhatian.

Anak bungsu

Anak bungsu lebih ceria dan bebas
Anak bungsu lebih ceria dan bebas

Salmon melanjutkan bahwa anak bungsu cenderung memiliki sifat bebas dan gemar mengambil risiko. Penyebabnya adalah karena orang tua merasa lebih santai dalam hal mendisiplinkan anak. Kendati demikian, Linda Campbell, professor dari University of Georgia, Athens menuturkan bahwa didikan terlalu santai pada anak bungsu sebenarnya tak baik bagi perkembangan mental si anak karena ia akan kurang disiplin dan lebih suka bersikap semaunya.

Anak tunggal

Anak tunggal lebih sensitif perasaannya
Anak tunggal lebih sensitif perasaannya

Perbedaan karakter anak tunggal tak jauh beda dengan anak bungsu. Hanya saja, anak tunggal kadang menjadi lebih serius. Hal ini terjadi karena orang tua sering menaruh harapan terlalu besar sementara mereka tak punya kakak atau adik yang dapat dijadikan sebagai pembanding.

Kevin Leman, PhD, seorang psikolog sekaligus penulis buku The Birth Order Book mengungkap bahwa anak tunggal mudah merasa sakit hati dan menjauh dari keluarga bila mereka merasa telah mengecewakan orang tuanya.

Nah, bagaimana dengan karakter putra-putri B’timers di rumah? Adakah mereka memiliki salah satu dari karakter di atas? Jangan lupa untuk selalu memberikan pendekatan yang baik pada anak sesuai dengan karakternya yang unik agar mereka tumbuh menjadi sosok yang lebih baik.

Share This Article