Pegawai Kantor atau Freelancer? Pelajari Dulu! | Breaktime
Mau Jadi Pegawai Kantor atau Freelancer? Pelajari Dulu, Baru Putuskan
27.11.2015

Akhir-akhir ini banyak sekali pembicaraan hangat seputar memilih jadi pegawai kantoran atau freelancer. Well, keduanya memang memiliki sisi kelebihan yang sama-sama mengiurkan, ya. Lalu, bagaimana menurut B’timers?

Sebelum memutuskan untuk memilih mana yang lebih baik antara menjadi pegawai kantoran atau pekerja paruh waktu, yuk kenali seluk-beluk keduanya, ya.

Pegawai Kantor atau Freelancer? Pelajari Dulu! | Breaktime
Baik itu jadi pekerja lepas atau pegawai yang terpenting tidak ada keterpaksaan

Secara finansial

Secara finansial, mereka yang bekerja sebagai seorang pegawai bisa dibilang memiliki pemasukan yang aman. Sementara itu, seorang pekerja lepas tidak memiliki penghasilan yang tetap seperti halnya para pegawai kantoran. Namun terkadang, tidak jarang penghasilan seorang pekerja lepas lebih besar dari pegawai. Banyak kontrak-kontrak yang sekali dikerjakan sudah memiliki sistem pembayaran yang cukup tinggi.

Selain itu, seorang pegawai lepas bisa menentukan mana bayaran yang akan diambil. Sementara itu, pegawai kantoran harus menunggu ACC dari atasan bila ingin mengalami kenaikan gaji. Jadi, dari sisi finansial bisa dibilang pegawai tetap memiliki pemasukan yang stabil dan para pekerja lepas tidak menentu.

Menyangkut pekerjaan

Bila Anda mengingkan bekerja dengan menuangkan kreativitas tanpa batas, bisa dibilang keputusan untuk menjadi pekerja kantoran wajib dipikirkan berulang-ulang. Sebab, terkadang Anda harus rela untuk sedikit “mengebiri” kreatifitas demi memenuhi tuntutan klien dan guideline kantor. Soal waktu kerja, Anda harus siap duduk di kantor dari jam 9 pagi hingga 5 sore. Belum termasuk waktu lembur dadakan saat malam hari, ya.

Sementara itu, dengan menjadi freelancer kesempatan menuangkan kreativitas tanpa batas memang terbuka lebar. Anda bisa menentukan sendiri jenis pekerjaan yang diinginkan tanpa aturan mengekang. Dari segi waktu, jadi freelancer  membuat Anda sebagai the big boss bagi diri sendiri. Anda bebas menyelesaikannya kapan saja asal tak melebihi deadline.

Emosi dan personal

Sisi perasaan negatif yang akrab dialami oleh pegawai kantoran adalah mereka harus menuruti segala peraturan yang diberikan di tempat bekerja. Semantara itu, pekerja lepas harus bergumul dengan kesendirian dan kesepian.

Selain itu, seorang pegawai kantoran umumnya sangat menggantungkan nasibnya pada kondisi kantor. Tak heran bila suatu hari perusahaan collapse, mereka kalang kabut. Namun, kondisi getir juga tak kalah berbeda dengan apa yang dialami oleh para freelancer. Terkadang, mereka harus rela ‘mengemis-ngemis’ pekerjaan dikala job-nya sedang sepi. Untuk suntikan motivasi, seorang pegawai kantoran sering mendapatkannya dari bos atau koleganya. Sementara itu, untuk motivasi freelancer justru kerap datang dari dirinya sendiri.

Namun, sisi positifnya, pegawai kantoran punya kesempatan untuk bersosialisasi dengan banyak orang dan memiliki kecerdasan emosional yang bagus. Sementara untuk para pekerja lepas, Andalah punya andil menentukan hidup yang lebih ideal dan produktif dalam waktu singkat, tidak terikat jam kantor.

Bagaimana menurut Anda, mana yang lebih baik antara menjadi karyawan dan pegawai lepas?  (ya)

Share This Article