Manfaat Rahasia di Balik Silaturahmi dan Saling Memaafkan | Breaktime
Manfaat Rahasia di Balik Silaturahmi dan Saling Memaafkan
26.06.2015
“Forgiveness is the final form of love.” – Reinhold Niebuhr

Salah satu kegiatan yang lebih banyak dilakukan umat muslim di bulan Ramadan adalah silaturahmi atau menyambung tali persaudaraan dengan saling mengunjungi teman, kerabat dan keluarga. Tak hanya itu, bulan Ramadan juga kental dengan nuansa saling memaafkan. Ternyata, itu tak hanya baik untuk mempererat hubungan dengan sesame. Tapi juga sangat bermanfaat bagi kesehatan, B’timers. Berdasarkan hasil studi yang diterbitkan dalam Journal of Behavioral Medicine 2005, berikut manfaat memaafkan untuk kesehatan:

Memaafkan orang lain berarti memaafkan diri sendiri

Memaafkan orang lain bisa menjadi salah satu cara untuk turut memaafkan diri sendiri. Saat Anda bisa memaafkan orang lain, Anda akan merasa diri Anda juga berhak mendapat kesempatan kedua.

Jantung jadi lebih sehat dengan memaafkan

Berdasarkan sebuah studi dalam jurnal Personal Relationship 2011, salah satu efek positif memaafkan adalah bisa menurunkan tekanan darah. Dengan memaafkan, beban hati seperti rasa dendam dan konflik yang terpendam akan berkurang, ini sekaligus dapat mengurangi stres.

Dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Jika kita mampu memaafkan, maka itu dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Dengan begitu, tubuh jadi lebih sehat dan kuat, serta lebih mudah menyembuhkan dan menangkal penyakit.

Memaafkan menjadi langkah awal untuk tubuh yang sehat dan kuat
Memaafkan menjadi langkah awal untuk tubuh yang sehat dan kuat

Bisa mempererat hubungan setelah terjadi konflik

Konflik yang muncul antara Anda dan pasangan, teman, saudara atau keluarga dapat teratasi dengan saling memaafkan. Memberi maaf dengan ikhlas bahkan bisa membangun kembali hubungan Anda dengan orang-orang terdekat dan membuatnya makin kuat.

Menjadi pemaaf membuat kita terhindar dari stres jangka panjang

Memiliki mental pemaaf dapat menghindarkan diri sendiri dari stres yang berkepanjangan. Dengan memaafkan, mental dan fisik kita jadi lebih sehat dan kuat, demikian hasil sebuah studi dalam Journal of Health Psychology dari University of California.

Wah, begitu besar manfaat memaafkan untuk kesehatan, ya. Seperti kata Tere Liye, “karena memaafkan itu dekat sekali dengan damai”. Nah, mumpung sekarang Ramadan kita bisa mulai melatih diri menjadi seorang pemaaf ulung, B’timers.

Share This Article