Malas Pertanda Stress, Benarkah? | BREAKTIME
Malas Pertanda Stress, Benarkah?
06.03.2015

“If you are always saying I'll do it to tomorrow, than your tomorrow will than turn into another day and so on, and so, etc. etc.” 
-Victoria Addino-

 

Benarkah malas itu salah satu pertanda B’timers sedang mengalami stress? Hal tersebut bisa saja benar jika diiringi dengan gejala lain, misalnya saja kehilangan nafsu makan, insomnia, mudah lelah, kehilangan passion untuk melakukan hal yang disukai, atau juga menjadi lebih sensitif dari biasanya.

Namun jika rasa malas muncul tanpa disertai hal tersebut, itu tandanya Anda memang terkena “penyakit” malas dan harus segera ditangani dengan langkah berikut: 

Cari penyebabnya

Setiap saat B’timers merasa malas, usahakan untuk mencari penyebabnya. Coba pikirkan sejenak apa penyebab Anda kehilangan motivasi, apakah karena lelah, ketakutan, tersakiti, atau disebabkan kurang inspirasi dan merasa tidak mengalami kemajuan? Biasanya permasalahan yang terjadi disebabkan hal yang sebenarnya sangat sepele. 

Kesimpulan untuk solusi yang pertama ini adalah setelah Anda menemukan penyebabnya, usahakan untuk segera mengatasinya agar tidak berlarut-larut. Contohnya saja jika Anda merasa kelelahan, berikan waktu bagi tubuh untuk sekedar menghilangkan kepenatan tersebut dengan beristirahat secukupnya. 

Tetapkan tujuan

Setelah itu, mulailah merencanakan berbagai goal dalam hidup. Memiliki tujuan tertentu akan membuat B’timers bisa bangkit dari yang tempat tidur atau sofa yang biasanya dijadikan tempat untuk bermalas-malasan. 

Usahakan untuk selalu memperbarui goal atau harapan yang ingin diraih, sebab hal ini akan selalu memberikan semangat baru untuk menjalani hidup. Katakan pada diri sendiri bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin diraih di dunia ini. 

Bertindak

Setelah rasa semangat datang kembali dan goal sudah ditentukan, langkah selanjutnya adalah bertindak. Namun jangan harap langkah awal yang B’timers lakukan akan terasa mudah dan menyenangkan. Ingat ya, hidup merupakan sebuah perjuangan, jika gagal atau kalah jangan ragu untuk mencoba lagi. 

Ternyata, malas bukan satu-satunya indikator bahwa B’timers sedang menderita stress atau depresi. Mulai saat ini, segera bangkit dan lakukan sesuatu supaya rasa malas tidak mengakar!

 

Share This Article