‘Boregasm’, Tanda Anda Stres dengan Pekerjaan | Breaktime
‘Boregasm’, Tanda Anda Stres dengan Pekerjaan
01.11.2015

Pernahkah Anda merasa bosan dengan pekerjaan Anda? Atau mungkin saat ini Anda sedang bosan dan memilih Breaktime untuk menghilangkan kejenuhan? Bisa dibilang, pilihan Anda sangat tepat, karena kali ini Breaktime akan mengulas tentang kebosanan saat bekerja.

Tahukah Anda bahwa rasa bosan merupakan salah satu bentuk dari stres yang melanda. Sayangnya, rasa bosan ini sering dianggap sepele dan dibiarkan berlarut-larut. Padahal, menurut Mark Fenske, professor psikologi di University of Guelph, kebosanan merupakan masalah serius dan terkait dengan depresi.

‘Boregasm’, Tanda Anda Stres dengan Pekerjaan | Breaktime
Awas, stres akibat bosan meningkatkan risiko kematian!

Pernyataannya tersebut juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan pada 2010 lalu. Penelitu di University College London menganalisis kuisioner yang diisi pada akhir tahun ’80-an oleh 7.542 pegawai negeri sipil berusia antara 35 sampai 55 tahun. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa mereka yang merasa bosan terhadap pekerjaannya labih banyak meninggal cepat daripada mereka yang tidak melaporkan rasa bosan.

Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa rasa bosan, terlebih terhadap pekerjaan, dapat meningkatkan risiko kematian seseorang atau mempersingkat waktu hidup.

Stres karena bosan = stres karena overworked

Anda mungkin menganggap bosan adalah hal sepele yang bisa saja terjadi. Tapi, sebuah penelitian yang dilaporkan pada New York Times, rasa stres yang dirasakan ketika Anda sedang bosan sama besarnya dengan stres yang terjadi akibat terlalu banyak bekerja. Stres yang dirasakan saat Anda merasa bosan juga dapat menyebabkan ketegangan mental dan kecemasan berlebih.

Penyebab rasa bosan pada pekerjaan

‘Boregasm’, Tanda Anda Stres dengan Pekerjaan | Breaktime
Pekerjaan tanpa tantangan juga dapat memicu rasa bosan

Ada banyak hal yang menyebabkan rasa bosan terhadap pekerjaan muncul, tapi terdapat tiga faktor yang sangat berpengaruh, yaitu:

1 Tidak cocok dengan pekerjaan

Faktor pertama yang sering terjadi adalah ketika Anda merasa tidak cocok dengan pekerjaan yang Anda jalani. Bisa karena peratutan perusahaan yang terlalu mengekang, cara bekerja yang terlalu lamban dan metodis, dan atasan yang menyebalkan. Hal ini bisa dengan mudah terjadi pada Anda yang merasa tidak bisa mengembangkan potensi dengan pekerjaan tersebut.

2 Tidak sesuai potensi

Ketika diberi pekerjaan yang tidak sesuai jobdesk, Anda tak hanya akan merasa berat mengerjakannya, tapi juga harus merasakan bosan. Bukan hanya pekerjaan yang menurut Anda berat, pekerjaan yang tidak sesuai dengan bakay, keterampilan, dan kemampuan Anda juga dapat memicu rasa bosan berlebihan.

3 Perlu lebih banyak ruang

Kurangnya kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan diri juga bisa menjadi salah satu hal yang memicu kebosanan. Sesekali, seorang pekerja membutuhkan tantangan untuk diselesaikan agar pekerjaan tidak terasa membosankan. Tantangan tak hanya menghindari bosan, tapi juga dapat mengembangkan kemampuan.

Share This Article