Lakukan Ini Saat Anak Sedang Kritis | Breaktime
Lakukan Ini Saat Anak Sedang Kritis
07.08.2017

Orangtua mana sih yang tidak ingin agar anak mereka senantiasa ceria dan terbebas dari penyakit? Sayangnya, meski telah berusaha menjaga kesehatan anak dengan memberi makanan seimbang dan vaksinasi lengkap, selalu ada risiko terjadinya penyakit kronis seperti kanker pada buah hati Anda. Meski akan sulit untuk tetap rileks saat mendamping anak Anda yang sedang sakit, sangatlah penting bagi B’timers untuk mampu menjaga ketenangan emosi demi menjaga suasana hati Anda dan buah hati sekaligus mempercepat proses penyembuhan. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda lakukan agar tetap siap menghadapi segala kemungkinan situasi di kala si kecil sakit.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Tidur Siang Jadi Budaya, Hanya Cina Yang Punya!

Ketika buah hati jatuh sakit, sangatlah wajar bagi para orang tua untuk tenggelam dalam kesedihan dan rasa bersalah. Amarah juga merupakan jenis emosi yang secara normal akan Anda rasakan. Selain marah kepada situasi yang nampak tak adil bagi Anda dan keluarga, Anda bisa jadi akan meluapkan amarah kepada pasangan maupun kepada orang-orang di sekitar Anda. Meski demikian, daripada sekedar berkutat pada emosi negatif nan destruktif yang tak kunjung habis, ada baiknya B’timers berusaha menerima situasi yang telah terjadi dan memikirkan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan demi mengawal proses penyembuhan si kecil.

Sangatlah wajar apabila level stress orangtua meningkat ketika sedang merawat dan mendampingi buah hati yang sakit. Sebuah riset terhadap orangtua dari anak yang sakit kronis menunjukkan bahwa para ibu cenderung memiliki level stress lebih tinggi daripada para ayah. Hal tersebut diakibatkan karena mayoritas ibu merupakan caregiver utama dalam keluarga. Tingginya tingkat stress tersebut juga disebabkan karena adanya perasaan lack of control. Para Ibu cenderung lebih merasa frustrasi, dibandingkan para ayah, apabila tidak mampu untuk meringankan rasa sakit anak maupun tidak mampu membuat mereka merasa lebih baik. Pada anak-anak berpenyakit kronis, lack of control akan muncul ketika dokter memberikan prognosis yang belum pasti terkait kesembuhan penyakit.

Lakukan Ini Saat Anak Sedang Kritis | Breaktime
kekhawatiran muncul saat anak sakit
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Melamun Bisa Bikin Kita Kreatif dan Produktif?

Karena itu, B’timers, sangatlah penting untuk mengelola rasa stress Anda sendiri. Sebuah studi terhadap anak-anak dengan penyakit diabetes tipe 1 menunjukkan bahwa tingkat stress pada pasien anak-anak ternyata dipengaruhi oleh perasaan stress pada orangtua mereka. Ketika buah hati sakit, bukan berarti Anda juga harus menyiksa diri Anda sendiri lho, B’timers! Sebelum mendampingi buah hati, ada baiknya Anda terlebih dulu menjaga kondisi diri Anda sendiri. Makanlah dalam jumlah cukup, bahkan konsumsi makanan favorit Anda kalau perlu demi memperbaiki suasana hati dan kejiwaan Anda. Pastikan Anda istirahat cukup dan senantiasa menjaga kebersihan diri agar tidak jatuh sakit. B’timers tidak perlu merasa bersalah apabila sesekali melakukan me-time ­di sela merawat buah hati. Lakukan secara bergantian dengan pasangan maupun anggota keluarga yang lain dan pastikan Anda kembali ke sisi anak dengan pikiran dan suasana hati yang kondusif.

Ketika si kecil sakit, beberapa orangtua cenderung bersikap overprotective dengan cara membatasi aktivitas anak. Di sisi lain, terdapat orangtua yang menjadi permissive secara berlebihan saat menghadapi anak yang sakit kronis, misalnya dengan membiarkan anak tidur larut malam atau memberi jajanan favoritnya. Tapi tahukah Anda bahwa kedua pola asuh tersebut tidak baik  bagi perkembangan kejiwaan anak? Secara psikologis, setiap anak membutuhkan pola parenting yang terstruktur. Kelak anak Anda akan merasa bingung atau ketakutan apabila Anda melanggar pola parenting yang telah Anda terapkan sebelumnya. Sebisa mungkin, B’timers perlu menerapkan rutinitas yang sama dan seperti biasanya kepada seluruh anggota keluarga maupun buah hati yang sedang tergolek sakit.

Selain itu, banyak juga para orangtua yang mengalami dilema untuk menyampaikan kepada buah hati mengenai penyakit kronis mereka. Pastikan bahwa B’timers memberikan informasi mengenai penyakit tersebut sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka. Jangan sampai Anda memberikan informasi yang terlalu gamblang sehingga akan menambah ketakutan bagi si kecil yang masih belum memiliki pemahaman matang mengenai kesehatan dirinya. Sebaliknya, cobalah untuk tidak menyembunyikan fakta-fakta umum mengenai penyakit buah hati. B’timers tidak ingin kan kalau si kecil mencuri dengar dari dokter atau anggota keluarga yang lain?

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Ternyata, Penyuka Kopi Punya Kepribadian Moody

Apabila Anda merasa kesulitan untuk mengendalikan emosi Anda dan si kecil, jangan ragu untuk menghubungi dan meminta pertolongan psikolog. Para psikolog telah terlatih untuk membantu menangani pasien dan keluarga pasien yang mengalami kesulitan untuk mengendalikan suasana mental anggota keluarga saat anak sakit. Hubungi layanan psikologi terdekat atau tanyakan kepada dokter spesialis yang menangani penyakit anak Anda. Meski kondisi kejiwaan Anda dan buah hati nampak baik-baik saja, tidak ada salahnya mencatat nomor layanan psikolog yang bisa dihubungi di kemudian hari apabila terjadi suatu komplikasi yang tidak diinginkan. (dee)



artikel kompilasi
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE