Kinerja Otak dalam Mencerahkan Suasana Hati | Breaktime
Kinerja Otak dalam Mencerahkan Suasana Hati
23.10.2017

Keseharian manusia selalu berisi berbagai kejadian tak terduga yang memiliki dampak emosional tersendiri. Di pagi hari Anda bisa jadi bangun tidur dengan ceria dan penuh semangat. Selanjutnya, suasana hati Anda bisa memburuk selama sisa hari karena kesialan sepele yang datang berturut-turut seperti macet berkepanjangan di perjalanan menuju kantor, morning coffee yang tak sengaja tumpah di blazer favorit Anda, hingga terantuk meja resepsionis saat tergesa mengejar jadwal rapat. Meski sederhana, selalu saja ada hal-hal kecil yang dengan sukses mengacaukan mood dan semangat hidup Anda seharian penuh.

Uniknya, buruknya suasana hati tersebut tak selamanya bertahan dalam setiap momen dalam sehari. Bad mood tak serta-merta menjadi penentu yang akan membayangi penilaian Anda terhadap beberapa situasi tertentu yang Anda hadapi. Bayangkan ketika di kantor Anda terdapat seorang pekerja magang yang baru pertama kali bekerja. Hampir semua pekerja kantoran sepakat bahwa seburuk apapun suasana hati Anda, bertemu dengan orang baru selalu memantik respon positif dari siapa saja. Kebetulan belaka?

Faktanya, otak manusia memiliki mekanisme unik yang mencegah terjadinya emotional spillover ketika suasana hati Anda tengah gundah-gulana. Sebuah riset terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science menyatakan bahwa terdapat bagian tertentu dalam otak manusia yang bertanggungjawab terhadap pengambilan keputusan singkat hingga kesan pertama yang ditimbulkan dari situasi maupun orang baru. Mekanisme bagian otak yang bernama IPFC (Inferior Pre-frontal Cortex) tersebut berjasa dalam mengontrol pengambilan keputusan secara impulsif hingga penilaian yang bias.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Trik Survive Bekerja di Rumah Bersama si Kecil

B’timers pasti familiar dengan “suara-suara dalam kepala” yang menyuruh Anda untuk memilih makanan sehat bergizi seimbang daripada lepas kontrol dan memakan fast food. Di sinilah IPFC dianggap berperan penting bagi manusia dalam mengambil berbagai keputusan hidup, mulai dari yang sederhana hingga yang berpengaruh besar sekalipun. Peneliti Regina Lapate dan Richard Davidson serta beberapa rekannya di Universitas Wisconsin-Madison tergelitik dengan pertanyaan apakah gangguan pada bagian otak IPFC dapat menyebabkan manusia melakukan pengambilan keputusan yang bias? Dalam sebuah riset yang melibatkan 27 orang relawan, para peneliti tersebut mematikan otak mereka untuk sementara waktu demi meneliti kinerja IPFC. 

Kinerja Otak dalam Mencerahkan Suasana Hati | Breaktime
Suasana hati yang poistif ternyata banyak dipengaruhi oleh kinerja bagian IPFC pada otak

Sebuah teknik penelitian medis bernama TMS (Transcranial Magnetic Stimulation) dilakukan untuk mematikan fungsi otak selama beberapa waktu, khususnya IPFC yang berada di otak manusia sebelah kiri. Setelah melakukan teknik TMS untuk mematikan kinerja otak secara temporer, para relawan tersebut diminta untuk memperhatikan serangkaian wajah yang menunjukkan emosi netral. Berbagai wajah netral tersebut ditunjukkan dengan didahului oleh kilasan foto wajah berbahagia maupun penuh ketakutan. Kilasan foto dengan beragam emosi tersebut terbukti merepresentasikan situasi sehari-hari ketika ekspresi orang lain mempengaruhi pikiran dan perasaan Anda dalam merespon.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Yuk Kenali Tanda-Tanda Stres Berikut Ini

Ketika fungsi IPFC mereka dimatikan, para relawan menunjukkan adanya emotional spillover yang mengaburkan respon alamiah mereka terhadap setiap ekspresi yang diamati. Ketika mendapat paparan TMS, para relawan merespon dengan cukup negatif terhadap berbagai wajah netral yang diberikan. Dampak pemberian TMS terhadap kinerja otak, bagian IPFC khususnya, dalam mengatur cara pandang para responden akan berbagai kilasan wajah tersebut bisa dikatakan cukup persisten. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa bagian IPFC pada otak manusia memiliki fungsi utama untuk menghubungkan bagian-bagian otak lainnya serta mengatur emosi dan tindakan yang berkaitan erat dengan pengambilan keputusan dan pemberian respon.

Pada waktunya, IPFC kemudian akan mengatur respon yang Anda berikan saat bertemu dengan orang baru maupun pengalaman tak terduga. Berkat adanya IPFC yang bekerja secara optimal, B’timers mampu memberikan respon yang cenderung positif dan bebas bias meski Anda mengalami hari yang cukup buruk sekalipun. Karena itulah, para peneliti berpendapat bahwa penderita depresi dan anxiety kemungkinan mengalami gangguan fungsi IPFC pada otak. Tak hanya itu, emotional spillover juga memiliki ragam bentuk berbeda dalam setiap individu. Setiap orang memiliki kapasitas berbeda dalam mengatur emosi serta memaksimalkan kinerja IPFC dalam memastikan respon yang diberikan terhadap situasi dan orang baru tetaplah netral.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Benarkah Banyak PR Berdampak Buruk bagi Anak?

Ritual positif seperti meditasi terbukti mampu membantu otak manusia dalam mengatur emosi agar senantiasa positif. Penelitian seperti ini juga dipercaya mampu membawa peradaban manusia selangkah lebih maju dalam mencegah terjadinya emotional spillover sehingga memastikan manusia tetap dapat menjadi pribadi yang positif sepanjang hari, terlepas dari betapa buruk kesialan yang dihadapi. Semoga suasana hati B’timers selalu menyenangkan ya! (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE