Kenapa Emosi di Media Sosial Bisa Menular? | Breaktime
Kenapa Emosi di Media Sosial Bisa Menular?
29.05.2016

B’timers pasti pernah kan, membaca status di media sosial yang berisi emosi dan kemarahan seseorang. Entah itu marah kepada atasan, mantan, atau apapun. Dan tentu, tak sekali atau dua kali Anda jadi ikut emosi ketika membaca update status tersebut. Wah, kenapa bisa begitu ya? Kenapa orang yang meluapkan emosinya di sosmed bisa menular kepada orang lain?

Hal itu diperkuat oleh sebuah studi yang dilakukan di Negeri Tirai Bambu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Beihang University terhadap 200.000 pengguna Weibo, aplikasi Twitter-nya China, ditemukan bahwa pesan yang mengekspresikan kemarahan cenderung lebih mudah menular dan membuat teman-teman di media sosial ikut marah.

Memang, emosi bisa menular, baik itu kesenangan, kesedihan ataupun rasa marah. Namun, kemarahan adalah emosi yang paling mudah menular dibandingkan emosi lainnya seperti rasa senang dan sedih, demikian menurut Tech Review. Tak heran ya, kita kadang juga ikut emosi saat membaca status yang berisi amarah.

Kenapa Emosi di Media Sosial Bisa Menular? | Breaktime
Bijaklah dalam menggunakan media sosial

Sementara, update status yang berisi kesenangan atau kebahagiaan juga mudah menularkan perasaan tersebut kepada teman sosmed yang membacanya, meski tak semudah emosi kemarahan yang menular begitu saja. Sedangkan kesedihan dan kekesalan justru tak mudah menular kepada orang lain yang membaca pesan atau status tersebut.

Studi lain yang memperkuat hal tersebut adalah yang dilakukan oleh profesor Wharton, Jonah Berger, di mana pada tahun 2011 ia menerbitkan hasil penelitian yang menemukan bahwa konten berisi emosi yang “kuat”, entah itu baik ataupun buruk, mudah mendorong orang untuk turut merasakan emosi tersebut.

Wah wah, bagaimana B’timers? Kalau membaca status orang lain yang isinya “marah-marah” bikin Anda ikut kesal, maka Anda sendiri jangan sampai seperti itu ya, di media sosial. (md)

Share This Article