Kenapa Anak Kecil Selalu Lakukan Air Mata Buaya? | Breaktime
Kenapa Anak Kecil Selalu Lakukan Aksi Air Mata Buaya?
15.12.2015

Ada kalanya sang buah hati akan ‘berpura-pura’ menangis karena tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan dan hal tersebut berlangsung hanya sebentar saja. Aksi tersebut dapat dikategorikan sebagai air mata buaya.

Secara artian singkat, istilah air mata buaya ini adalah sebuah aksi menangis yang tidak sebenar-benarnya. Istilah untuk menyebut ekspresi tersebut mulai digunakan sejak awal abad pertengahan. Dari penelitian yang pernah dilakukan oleh para pakar dari University of Florida, penggunaan istilah air mata buaya ini merunut pada hewan aslinya.

Buaya akan meneteskan air mata ketika memakan korbannya. Dengan rasa lahap dan kebuasannya tersebut, tentunya akan menjadi satu hal yang aneh kenapa justru buaya meneteskan air mata. Oleh karenanya, istilah air mata buaya menjadi simbol sebagai ekspresi kesedihan yang tidak nyata yang dilakukan oleh seseorang.

Jika B’timers memiliki buah hati yang masih balita atau masih kecil, tentunya pernah melihat bahwa mereka sering menangis tapi sebenarnya hal itu adalah kebohongan saja. Kenapa mereka melakukannya?

Kenapa Anak Kecil Selalu Lakukan Air Mata Buaya? | Breaktime
Mengapa anak kecil sering pura-pura menangis

Menurut para pakar anak dari Toronto Parenting Education Program (Parenting Network), banyak anak kecil yang melakukan aksi air mata buaya ini disebabkan karena di usia mereka yang masih sangat muda tersebut, tidak dapat melakukan hal lain kecuali dengan menarik perhatian orang lain.

Dengan rasa bersalah, frustasi atau kebingungan, menangis dengan kebohongan seperti ini merupakan tahap di mana mereka mulai belajar untuk menemukan cara dalam menarik perhatian orang yang lebih dewasa atau teman sebayanya yang lain.

Tidak hanya itu saja, hal tersebut rata-rata dilakukan para balita atau anak kecil karena air mata buaya merupakan bahasa verbal yang paling ampuh dilakukan ketika mereka tidak tidak dapat mengekspresikan kata-kata yang tepat untuk keinginannya.

Dengan ‘memanipulasi’ situasi, maka balita atau anak kecil dapat memainkan perannya untuk menguasai keadaan dan mendapatkan apa yang mereka mau. Akan tetapi, air mata buaya tersebut akan benar-benar menjadi air mata sesungguhnya, jika orang tua atau orang dewasa di sekitarnya tidak meresponnya dengan baik atau bahkan mengacuhkannya.

Untuk mengatasinya, B’timers jangan langsung membentak apalagi sampai melakukan aksi fisik, seperti mencubit atau memukulnya. Berikan mereka pelukan dan biarkan dia mengutarakan apa yang diinginkan. Setelah itu, Anda dapat menentukan untuk memberikan keinginannya atau menjelaskan bahwa apa yang mereka mau tersebut tidak dapat dikabulkan. Tentunya dengan bahasa yang lebih nyaman. (das)

Share This Article