Jepang dan Kepercayaannya tentang Golongan Darah | Breaktime
Jepang dan Kepercayaannya yang Mendalam pada Golongan Darah
28.10.2015

Penduduk Jepang sangat percaya sekali golongan darah ada kaitannya dengan kepribadian. Tidak mengherankan jika nanti Anda pergi ke Jepang dan melamar sebuah pekerjaan dan kemudia ditanyai jenis golongan darah yang dimiliki. Tidak hanya pekerjaan saja yang disangkut pautkan dengan golongan darah, kasus percintaan dan kehidupan ikut dihubung-hubungkan. Sebenarnya adakah sangkut paut  antara golongan darah dan kepribadian sesorang?

Berdasarkan pada kepercayaan yang berkembang di negara Sakura ini, mereka yang memiliki darah A termasuk orang yang sensitif, perfeksionis, bagus dalam tim, namun terkadang memiliki kecemasan yang berlebihan. Sedangkan Anda yang memiliki golongan darah O merupakan orang memiliki keingintahuan yang tinggi namun keras kepala.

Golongan darah AB adalah orang yang berjiwa seni tinggi, misterius, dan tidak mudah diprediksi. Dan bagi Anda yang memiliki golongan darah B termasuk orang yang ceria, nyentrik, individualis, sekaligus egois.

Di Jepang hal-hal yang berbau dengan golongan darah selalu saja menjadi trending topic yang menyenangkan. Contohnya saja buku yang membahas tentang golongan darah akan terjual lebih dari 5 juta kopi.

Tidak hanya itu saja, televisi, majalah, koran, dan berbagai media lainnya juga tak ketinggalan menjadikan golongan darah sebagai topik seru utnuk diperbincangkan. Terlebih lagi, dalam dunia olahraga, politik dan juga keartisanpun tak kalah serunya mengkotak-kotakan orang berdasarkan pada golongan darah. Karena terjadinya pengkotak-kotakan terhadap golongan darah tertentu, maka terjadilah pem-bully-an terhadap golongan tertentu, kehilangan pekerjaan, serta berakhirnya sebuah hubungan.

Jepang dan Kepercayaannya tentang Golongan Darah | Breaktime
Professor Maekawa dengan bukunya tentang golongan darah

Terumitsu Maekawa, professor di comparative religion at Tokyo's Asia University , juga menuturkan masih banyak sekali perusahaan yang mencari pegawai dengan mempertanyakan golongan darahnya. Padahal, menurutnya tidak ada penelitian yang menyebutkan golongan darah berpengaruh terhadap kepribadian seseorang.

Profesor Maekawa sendiri menjadi korban atas terjadinya pengkotak-kotakan golongan darah ini. Ia merupakan orang yang bergolongan darah B yang dalam masyarakat Jepang dianggap memilik pribadi individualis dan egois,  meski hal itu tidak benar. Namun, kepercayaan masyarakat jepang terhadap golongan darah sepertinya masih tetap kuat sampai detik ini sehingga susah mengubah cara pandangnya. 

Share This Article