Siapkan Mental Sebelum Menikah! Ini Alasannya! | Breaktime
Jangan Menikah Sebelum Lakukan Persiapan Mental Berikut!
15.08.2015

Menikah merupakan hal yang diimpikan bagi setiap orang, tak terkecuali tentu saja dengan Anda. Membina rumah tangga yang bahagia dengan anak-anak yang sehat dan lucu-lucu, pastinya sudah menggelayut di dalam benak B’timers, ya. Namun, dunia pernikahan tidak semulus dan selancar yang dibayangkan.

Maka dari itu, sebelum adanya ikrar janji suci tersebut, Anda sudah harus siap dengan kemungkinan terburuk yang akan diterima. Lakukan persiapan mental sebelum naik ke pelaminan, berikut daftarnya:

Perubahan tidak bisa dihindari

Camkan dalam benak Anda, setelah menikah kehidupan akan berubah secara drastis. Pahami dan terima bahwa hidup Anda akan berubah, bahkan dalam hal terkecil sekalipun. Tidak hanya itu saja, secara perlahan, Anda juga akan memiliki lifestyle yang berbeda serta pola pikir yang jauh dewasa sebelum menikah.

Hargai perbedaan

Menikah adalah menyatukan dua hati dan dua kepala menjadi satu. Tidak heran, akan ada banyak benturan-benturan yang terjadi, baik itu mengenai pendapat, kebiasaan, dan pola pikir. Maka dari itu, jangan jadikan perbedaan yang terjadi menjadi jurang pemisah antara Anda dan pasangan. Hargai setiap perbedaan yang ada, tingkatkan sikap toleransi terhadap satu sama lain.

Lakukan komunikasi

Lakukan komunikasi yang lancar untuk pernikahan yang lebih baik
Lakukan komunikasi yang lancar untuk pernikahan yang lebih baik

Ingatlah untuk selalu mengkomunikasikan segala hal yang dirasa kurang tepat atau bermasalah. Simply, ini dikarenakan pasangan tidak bisa membaca apa yang Anda pikirkan. Anda perlu untuk mengutarakan isi hati dan pikiran. Selain itu, jadilah pendengar yang baik bagi pasangan, jangan hanya mau jadi yang utama saja.

Hilangkan sifat egois

Setelah menikah dan hidup bersama dengan pasangan, hilangkan sifat egois yang selama ini Anda miliki. Nanti di masa depan, akan ada waktu di mana Anda dan pasangan memiliki perbedaan pendapat. Untuk mengatasinya, jangan mementingkan ego masing-masing. Perdebatan dalam pernikahan bukan untuk mencari siapa yang benar atau salah. Jangan jadikan perbedaan sebagai perang egoisme.

Miliki seorang teman

Carilah seorang teman untuk berbagi suka dan derita
Carilah seorang teman untuk berbagi suka dan derita

Tidak serta merta setelah menikah, hidup Anda hanya berkutat pada pasangan dan pernikahan. Kehidupan sehari-hari juga masih berjalan seperti sedia kala, oleh karena itu miliki seorang teman yang benar-benar perhatian dengan tulus. Carilah teman yang memiliki hobi dan jalan pikiran sama, sehingga Anda bisa berbagi cerita dengannya.

Lakukan pre-marital counselling

Lakukan pre-marital counselling untuk pernikahan yang lebih mantap
Lakukan pre-marital counselling untuk pernikahan yang lebih mantap

Pre-marital counselling atau konseling sebelum pernikahan merupakan hal yang perlu Anda lakukan. Hal ini akan membantu Anda menjawab berbagai pertanyaan yang menggelayut di dalam benak. Anda bisa mendapatkan jawaban yang tepat dari para pakar untuk mengatasi ketakutan yang mendalam tentang hidup bersama pasangan.

Kalau semua hal tersebut, sudah Anda siapkan dengan matang, tak perlu khawatir lagi melangkah ke jenjang berikutnya bersama pasangan. Happy wedding, B’timers!

Share This Article