Jalan ke Hutan Ternyata Baik Bagi Kesehatan Otak | Breaktime
Jalan-Jalan ke Hutan Ternyata Bagus Bagi Kesehatan Otak, Lho!
05.01.2016
“When the world is too much with me, I head out to the magic forest to listen to the silence that is not silent at all.”—Cara Moulds

Yap, saat Anda merasa begitu lelah dengan rutinitas yang seolah tak ada habisnya, mengambil me-time dan jalan-jalan ke hutan sering jadi pilihan. Di tempat asri yang jauh dari hiruk-pikuk kota itu B’timers bisa mendapatkan ketenangan yang sesungguhnya. In short, hutan ibarat “nutrisi” bagi hati dan pikiran Anda.

Namun, tahukah Anda bahwa hutan memang benar-benar bagus bagi kesehatan otak Anda? Yap, Gregory Bratman dari Emmett Interdisciplinary Program in Environment and Resources di Stanford University berhasil menemukan korelasi antara alam dan kecerdasan otak. Penelitian ini melibatkan 38 peserta yang masing-masing tidak memiliki catatan gangguan mental sama sekali.

Kemudian, partisipan tersebut dibagi menjadi dua kelompok dengan perlakuan berbeda. Satu kelompok diminta untuk berjalan-jalan selama 30 menit di area alami dekat kampus Standford, sedangkan grup yang lain diminya untuk jalan-jalan di kawasan padat dan sibuk seperti Palo Alto, California.

Jalan ke Hutan Ternyata Baik Bagi Kesehatan Otak | Breaktime
Lepaskan penat dengan jalan-jalan ke hutan

Keadaan masing-masing partisipan sebelum dan sesudah perlakukan ini juga sudah diukur guna mendapatkan perbandingan yang valid. Utamanya, para peneliti ingin menggali lebih dalam apa yang terjadi pada subgenual prefrontal cortex. Menurut para peneliti, bagian ini kerap kali aktif ketika B’timers melakukan perenungan diri dan sering mengalami overthinking.

Hasilnya, mereka yang sering jalan-jalan melewati hutan kampus mampu menurunkan “pikiran rumit” ketika menghadapi masalah pelik. Alhasil, risiko depresi dan stres orang yang pergi ke hutan pun mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Hal senada juga dituturkan oleh Gretchen Daily, sang Bing Professor di Environmental Science  dan pria senior di Stanford Woods Institute for the Environment. Ia menuturkan bahwa temuan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan hutan kota memang sangat dibutuhkan dan perlu diupayakan.

Sebab, masyarakat kota memiliki tingkat gangguan kecemasan 20% lebih tinggi dan 40% lebih besar mengalami gangguan mood dibandingkan warga desa yang dekat dengan alam. Wah, tak menyangka bahwa hutan memiliki peranan yang begitu penting pada kejerniahan otak kita, bukan?

Bila B’timers merasa akhir-akhir ini sering suntuk, ada baiknya untuk melakukan piknik alam. Yap, sapalah hutan alam di sekitar Anda dan rasakan ketenangan dan kedamaian yang perlahan menenangkan sanubari. (vsc)

Share This Article