Jadilah Setidaknya Ayah yang Baik Bukan Ideal | Breaktime
Jadilah Setidaknya Ayah yang Baik, Jika Jadi Ayah yang Ideal Terlalu Sulit
31.10.2015

Pernahkah B’timers melihat seorang ayah bermain-main bersama buah hatinya dengan melemparkannya ke udara kemudian menangkapnya kembali? Atau bahkan Anda sendiri pernah melakukannya?

Banyak yang menganggap hal ini berbahaya dan berlebihan. Dari sisi seorang ayah, hal tersebut wajar dilakukan karena ia pastinya dia sudah memperhitungkan segala sesuatu mulai dari cara berdiri, cara menangkap si buah hati, sampai dengan kekuatan yang digunakan serta tempat untuk bermain.

Pria lebih cenderung berpikiran langsung dan berorientasi terhadap aksi nyata, sedangkan wanita lebih ke masalah penjelasan atau deskripsi. Bahkan menurut banyak penelitian, rasa humor seseorang itu didapat dari ayah bukan dari ibu. Sebab, humor merupakan natural self defence yang dimiliki pria untuk menghadapi masalah yang sangat pelik, sedangkan wanita lebih banyak mencurahkan perasaannya dengan cara menangis.

Sayangnya, walaupun semua ditujukan untuk anak, akan tetapi ada kalanya seorang pria justru tidak dapat menjadi ayah yang baik dan bisa dijadikan panutan oleh buah hatinya karena terlalu sibuk bekerja. Waktu mereka habis untuk terus mencari nafkah dan ibu lah satu-satunya pelindung dan yang sosok yang merawat anak.

Berkaca dari hal tersebut, tidak sedikit dari para ayah yang justru tidak mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai buah hatinya, serta bagaimana mereka tumbuh. Tidak hanya kehilangan banyak waktu dengan buah hati, hal tersebut juga menciptakan gap antara ayah dan anak.

Jadilah Setidaknya Ayah yang Baik Bukan Ideal | Breaktime
Banyak orang tua yang tidak mengerti apapun tentang anaknya, karena terlalu sibuk bekerja

Menjadi sosok ayah yang sempurna memang sulit. Tapi bukan berarti Anda tak bisa menjadi ayah yang baik, B’timers. Coba simak beberapa tips berikut ini:

Berikan mereka waktu

Pada dasarnya, seorang anak tidak ingin tahu seberapa keren jabatan Anda, seberapa banyak penghargaan yang Anda dapat sampai dengan seberapa sukses karir yang Anda peroleh. Yang mereka inginkan hanya satu, yaitu waktu dan perhatian. Dengan memberikan keduanya, walaupun tanpa harus mengeluarkan banyak uang untuk membahagiakannya, anak akan merasa aman dan nyaman bersama ayah mereka..

Nikmati masa bersama

Waktu akan cepat berlalu, dari ketika masih menggendong, memandikan sampai dengan saat anak sudah menjadi seorang remaja.. Untuk menjadi seorang ayah yang diidamkan anak, luangkan waktu lebih banyak dan nikmatilah kebersamaan tersebut. Bermainlah bersama, mengantar dan menjemputnya ke sekolah, sampai dengan mandi bersama, bisa jadi aktivitas sederhana yang sangat berarti untuk buah hati.

Ikuti naluri Anda

Memang ada kalanya seseorang yang baru pertama kali menjadi seorang ayah akan merasa kebingungan di kala mereka harus merawat si buah hati. Oleh karenanya, tutup buku dan gunakan naluri atau insting B’timers sebagai orang tua. Semuanya akan mengalir begitu saja, tanpa harus membaca buku apalagi sampai ikut kursus khusus.

Jadilah Setidaknya Ayah yang Baik Bukan Ideal | Breaktime
Kehilangan rasa percaya dan hormat serta sayang, sering terjadi jika Anda terlalu ringan tangan

Jangan sakiti mereka

Jangan pernah menyakiti anak dengan tindakan fisik walaupun mereka salah. Cukup berikan pengertian dan tindakan tegas untuk menyelesaikan masalah tersebut. Perlu diingat, tegas bukan berarti keras. Sekali Anda melakukan tindakan fisik walaupun itu tujuannya untuk membuat jera, maka rasa hormat dan sayang mereka kepada Anda akan berangsur menghilang.

Jangan buat mereka seperti keinginan Anda

Bebaskan anak untuk dapat berkreasi seperti yang dia mau, akan tetapi tetap berikan panduan agar tidak salah arah. Dengan memberikan kebebasan untuk memilih, maka B’timers setidaknya juga memberikan pelajaran agar anak dapat bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.

Mampu berikan jawaban benar, bukan merasa sok tahu segalanya

Tentunya seorang anak akan selalu bertanya-tanya apapun yang mereka rasa tidak tahu kepada orang tua, khususnya kepada ayah. Sayangnya, tidak semua pertanyaan tersebut dapat dijawab atau diketahui. Oleh karenanya, berikan penjelasan atau jawaban yang masuk akal dan benar dan tidak menjadi seorang yang terlihat tahu segala hal.

Dukung dan apresiasi mereka selalu

Apapun yang dilakukan oleh seorang anak, selalu berikan dukungan dan juga apresiasi terhadapnya. Terapkan prinsip reward and punishment agar mereka terpacu untuk mengurangi error atau kesalahan dan terus meningkatkan kualitas mereka.

Seorang ayah itu bukan dipilih, melainkan mereka memilih sendiri untuk menjadi sosok tersebut. Akan ada banyak beban yang mereka tanggung untuk membesarkan anak dan juga tetap mengupayakan agar setidaknya dapur tetap berasap. Segalanya akan dilakukan seorang ayah, meski ia sendiri harus meninggalkan ego, menurunkan derajatnya, sampai rela untuk mengais segala hal agar anak-anaknya bahagia.

Share This Article