Tanda Jika Anda Mengalami Pertemanan Tidak Sehat | Breaktime
Inilah 4 Ciri Pertemanan yang Anda Jalani Tidak Sehat!
14.07.2015
“A real friend is one who walks in when the rest of the world walks out.” - Walter Winchell

Persahabatan adalah hubungan antara lebih dari satu individu. Menyatukan dua cara pandang atau lebih, merupakan hal yang tidak mudah dan tentunya akan menimbulkan banyak rintangan.

Pertengkaran dan perbedaan pendapat adalah bumbu dalam persahabatan. Namun jika sudah terlalu sering intensitasnya, jangan-jangan persahabatan yang Anda jalani tidak sehat. Bagaimana ciri-ciri persahabatan yang tidak sehat? Ini dia:

Menyerang kepercayaan diri

Sahabat yang baik tidak akan merusak kepercayaan diri yang Anda miliki
Sahabat yang baik tidak akan merusak kepercayaan diri yang Anda miliki

Tidak bisa dipungkiri, sebagai makhluk sosial Anda membutuhkan sahabat untuk mendukung setiap kegiatan yang dilakukan. Namun jika mereka malah merusak kepercayaan diri yang Anda miliki, sebaiknya tinjau ulang persahabatan yang kalian bina. Salah satu kunci utama dalam meraih kesuksesan adalah menjadi percaya diri dengan kemampuan dan keadaan, namun jika mereka yang dianggap dekat malah menghancurkannya, berhati-hatilah.

Tidak suka jika Anda berbahagia

Sahabat iri melihat kebahagiaan Anda? Hati-hati!
Sahabat iri melihat kebahagiaan Anda? Hati-hati!

Rasa iri antar sahabat memang tidak bisa dielakkan. Namun jika sahabat Anda tidak bisa mengontrol rasa iri yang dimiliki, maka bisa merusak hubungan baik yang dibina. Jika melihat Anda meraih prestasi yang bagus namun si dia malah menyudutkan, mengolok-olok, dan menggujingkan keburukan Anda, segera lakukanlah koreksi tentang persahabatan yang dibina. Apakah masih layak untuk dipertahankan atau tidak?

Sering membuat emosi

Harusnya, sahabat membuat Anda merasa nyaman, bukan menyakiti
Harusnya, sahabat membuat Anda merasa nyaman, bukan menyakiti

Persahabatan yang baik seharusnya lebih sering membuat nyaman daripada menyakitkan. Coba pikirkan ulang, sahabat Anda selama ini memberikan kenyamanan atau malah banyak membuat jengkel? Jika sekiranya Anda merasakan kenyamanan, teruskanlah. Namun, jika sebaliknya, untuk apa hubungan persahabatan yang tidak sehat tersebut terus untuk dipertahankan? Tinggalkanlah mereka yang membuat Anda lemah dan semakin terpuruk.

Lebih suka menerima daripada memberi

Saling memberi dan menerima harus seimbang dalam persahabatan
Saling memberi dan menerima harus seimbang dalam persahabatan

Dalam pertemanan, take and give seharusnya seimbang. Bukan hanya memberi dalam bentuk barang saja, tapi mencurahkan perhatian, kasih sayang, serta waktu merupakan ‘prestasi’ yang membanggakan sebagai seorang teman yang baik. Tapi kalau sahabat Anda lebih banyak menerima dan tak ada inisiatif untuk memberi, tanyakan pada diri sendiri: masihkah ia layak disebut sahabat?

Nah, jika pertemanan yang B’timers jalani memiliki ciri-ciri tersebut, sebaiknya lakukan pembicaraan dari hati ke hati dengan sang sahabat agar tidak saling menyakiti di kemudian hari. Friendship should make you comfort not hurt, remember that!

Share This Article