Alasan Kenapa Anak Tidak Boleh Mendengarkan Lagu Dewasa | Breaktime
Inilah 4 Alasan Anak Tak Boleh ‘Dicekoki’ Lagu Dewasa
29.07.2015

Indonesia kehilangan Meinar Louis, pencipta lagu Bintang Kecil pada hari Selasa (28/7/2015) lalu. Meski sosoknya tak begitu dikenal, tapi lagu karyanya pasti pernah B’timers nyanyikan. Benar sekali, lagu anak-anak seperti ciptaan mendiang Meinar memang sangat lekat di ingatan kita. Hebatnya lagi, lagu yang didengar saat anak-anak punya beberapa manfaat luar biasa seperti berikut:

Musik dapat meningkatkan daya ingat

Musik bisa meningkatkan daya ingat sang buah hati
Musik bisa meningkatkan daya ingat sang buah hati

Salah satu contoh lagu anak-anak yang bisa meningkatkan daya ingat adalah lagu dengan tema alfabet. Sistem alfabet akan lebih mudah diingat saat dijadikan lagu karena ritme dan juga nada yang menarik perhatian anak. 

Musik bermanfaat untuk belajar tentang pattern

Pattern atau pola sangat sulit dipahami sewaktu anak-anak, dan musik mengajarkan pattern dengan sangat mudahnya. Lagu yang dimainkan secara berulang-ulang, membuat anak lebih mudah belajar untuk mengenali berbagai pola secara perlahan-lahan.

Musik membentuk pola pikir anak

Tidak bisa dipungkiri bahwa musik memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan pola pikir anak. Lihat saja contohnya sekarang ini, anak-anak selalu disuguhi dan ‘dicekoki’ dengan berbagai nyanyian orang dewasa, tidak heran pemikiran mereka lebih tua dari umur yang sebenarnya.

Musik sebagai sarana belajar budaya

Selain belajar tentang alfabet dan juga angka, musik juga bisa digunakan sebagai sarana untuk memperkenalkan tradisi dan budaya.Dengan memperdengarkan lagu bertemakan budaya, anak-anak akan lebih mudah mengaplikasikanyya dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak dielakkan lagi bahwa musik dan lagu yang baik sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang seorang anak. Oleh karena itu, putarkan lagu anak-anak yang ceria dan mendidik untuk buah hati ya, B’timers!

Share This Article