Mungkin yang Ada di Pikiran Para Pelaku Bullying | Breaktime
Ini yang Mungkin Ada di Pikiran Para Pelaku Bullying
04.12.2015

Pasti B'timers pernah mendengar apa itu bullying, bukan? Ya, bullying merupakan sebuah aktivitas yang melibatkan kekerasan baik dari fisik maupun mental. Bullying sudah terkenal dari zaman dahulu, namun pertumbuhan budaya buruk ini pada awal tahun 2000 mulai menurun. Akan tetapi, ketika media sosial mulai hadir di masayarakat, budaya bullying kembali marak.

Bullying di media sosial mungkin tidak berdampak pada fisik, tapi sangat berpengaruh pada kondisi mental seseorang. Ternyata, mem-bully seseorang di media sosial lebih mudah dilakukan orang karena beberapa alasan. Dan beberapa hal ini mungkin terlintas di pikiran para pelaku bullying saat melakukan aksinya:

1.  Aksinya aman karena tak akan diketahui siapapun

Seseorang yang mem-bully melalui media sosial merasa lebih lebih berani karena tidak melakukan kontak secara langsung dengan korban. Alasan inilah mengapa banyak orang melakukan bullying kepada orang lain. Selain itu, dia juga bisa menyembunyikan informasi pribadinya, jadi keamanan diri bisa lebih terjaga. Padahal hal ini tidak sepenuhnya menjamin loh.

2. Mem-bully bisa tingkatkan popularitas

Ingin meraih popularitas dengan cara melakukan bullying terhadapseseorang adalah alasan kuat selanjutnya. Menjadi terkenal di media sosial menurut sekumpulan orang adalah kepuasan tersendiri. Oleh karena itulah, ada yang rela melakukan bullying dan bahkan tidak peduli dengan apa yang dirasakan oleh korbannya.

Mungkin yang Ada di Pikiran Para Pelaku Bullying | Breaktime
Salah satu efek dari bullying di sosmed adalah stres berkepanjangan

3. Iri dengan kelebihan orang lain

Inilah motif yang umum digunakan seseorang dalam melakukan tindakan bullying. Iri bisa menjadi jembatan paling ampuh dalam seseorang melakukan bully. Apapun yang terjadi pada si korban, entah apa yang dikatakan itu benar atau salah, si pelaku akan tetap menghujatnya habis-habisan karena hal ini.

4. Bullying dianggap sebagai simbol kekuasaan

Kekuasaan yang dimaksud mungkin hampir sama dengan terkenal, akan tetapi dalam hal ini lebih menekankan pada dominasi. Tujuan utamanya adalah nama yang tersebar di mana-mana dan ditakuti siapapun. Oleh karena itulah, banyak bullyers yang melakukan hal ini agar mereka ditakuti di sosial media.

5. Ingin membalas dendam

Selain iri, dendam juga merupakan alasan yang membuat seseorang tega melakukan apapun agar si korban jatuh dan tidak bangkit lagi. Dendam bisa terjadi saat seseorang yang melakukannya dulu merasa ter-bully di dunia nyata oleh korban sehingga ia membalasnya di media sosial.

Itulah beberapa alasan melakukan bullying di sosial media. Semoga para pelaku lekas sadar dan tak meneneruskan aksi kejamnya tersebut ya, B’timers! (wsu)

Share This Article