Cara Menghadapi Teman Kantor yang Menyebalkan! | Breaktime
Ini Cara Menghadapi Teman Kantor yang Menyebalkan
13.04.2016

Bekerja di kantor memang membutuhkan semangat tinggi, ya? Tak hanya skill tentang pekerjaan yang digeluti, namun berhadapan dengan rekan kerja juga membutuhkan keterampilan, lho. Ya, B’timers tentu tak bisa menghindari beragam karakter teman kantor yang ada di tempat kerja, mulai dari yang menyenangkan sampai yang menyebalkan.

Kemampuan komunikasi serta bagaimana B’timers tetap produktif, meski bersama orang-orang yang mungkin terbilang “mengganggu”, menjadi suatu keharusan dalam dunia kerja yang nyata. Menurut Dr. Rick Kirschner, speaker, communication coach sekaligus penulis buku Dealing with People You Can’t Stand, ada 3 cara untuk menghadapi teman kantor seperti ini, yaitu:

Ubah mindset Anda tentangnya

Jika Anda sudah tidak suka dengan seorang rekan kerja, apalagi sampai beradu mulut atau cekcok dengannya, maka sangat mungkin Anda mudah terpicu untuk selalu menyalahkan dia, apapun yang dikatakan dan dilakukannya.

Jadi, ubah pikiran Anda dan pikirkan lagi mengapa ia bersikap demikian. Jika dia memang orang yang bawel dan sering protes, mungkin itu memang caranya untuk membuat tim jadi lebih baik ke depannya, meskipun itu tidak efektif.

Cara Menghadapi Teman Kantor yang Menyebalkan! | Breaktime
Jangan murung, Anda bisa mengobrolkan semuanya dengan baik-baik

Cari jalan tengah untuk Anda dan dia

Kelihatannya sudah tidak mungkin Anda dan dia bersatu? Belum tentu! Ada kok, cara untuk menemukan jalan tengah yang bisa membaurkan Anda dan rekan kerja Anda. Triknya adalah dengan mengurangi ketidaksamaan dan mencari persamaan di antara Anda dan dia.

Sebab, tentu tak ada orang yang mau bekerja sama dengan orang lain, yang dari gelagatnya saja sudah terlihat tidak suka. Jadi, cari sesuatu yang sama-sama menjadi tujuan Anda dan dia, misalnya target penjualan bulan ini, atau apapun.

Jujurlah kepada rekan kerja Anda

Kini setelah Anda dan dia sudah punya visi dan misi yang sama, Anda bisa melakukan obrolan yang lebih serius. Syaratnya adalah Anda harus berhenti memikirkan sesuatu yang tidak Anda inginkan, dan sebaliknya, pikirkan sesuatu yang Anda inginkan.

Misalnya saja, Anda bisa mengatakan kepada rekan kerja Anda, “Ini bukan sepertimu! Anda tidak seperti orang yang kukenal, yang mau mendengarkan saran orang lain dengan terbuka.” Ini akan sangat mungkin mengubah seseorang menjadi versinya yang lebih baik, seperti apa yang Anda gambarkan kepadanya.

Nah, itulah yang bisa B’timers lakukan untuk meluruskan kembali jalinan benang pertemanan yang ruwet, antara Anda dan sang teman kantor. Mungkin terkesan sulit dan bahkan malas melakukannya. Tapi, apa B’timers tidak ingin kembali “mesra” dengan rekan kerja, dan bekerja sembari berbagi semangat yang sama? (md)

Share This Article