Ini 5 Cara dan Etika Adu Argumen dengan Atasan | Breaktime
Ini 5 Cara dan Etika Adu Argumen dengan Atasan
01.04.2016

Sebagian besar dari kita pasti pernah mengalami perselisihan dengan atasan dalam pekerjaan. Peristiwa ini mungkin tampak traumatis pada saat itu. Namun, kenyataannya adalah bahwa jika B’timers menangani situasi tersebut dengan benar, sebenarnya itu bisa menguntungkan. Yap, itu bisa menjadi tanda bahwa Anda bisa bernegosiasi di situasi sulit namun kemudian mendapatkan hasil yang dapat diterima bersama-sama.

Nah, lantas bagaimana caranya agar bisa berargumen dengan tetap mengedepankan kesopanan dan hasil yang baik dengan atasan? Begini tipsnya:

Definisikan masalah

Ketika Anda mulai berselisih dengan atasan terhadap suatu masalah tertentu dalam pekerjaan, jangan buru-buru mendebat. Ambillah waktu sejenak untuk memikirkan dan mencatat apa saja yang sebenarnya menjadi masalah antara Anda dan atasan.

Bersikaplah obyektif dalam mengungkapkan masalah tersebut. Dengan mendefinisikan masalah, Anda mungkin menemukan bahwa masalah sebenarnya adalah komunikasi, masalah yang relatif mudah dan cepat untuk diperbaiki.

Ini 5 Cara dan Etika Adu Argumen dengan Atasan | Breaktime
Tentukan masalah, jangan keluar dari topik

Cari kesamaan pendapat

Tidak ada perselisihan yang 100 persen perselisihan. Seperti yang sudah disebutkan di poin pertama, perbedaan pendapat kadang hanya terjadi karena masalah komunikasi. Saat Anda mendapati perselisihan dengan atasan semakin kuat, cobalah untuk mencari kesamaan-kesamaan pandangan.

Anda harus tahu bahwa seringkali poin kesamaan bisa menjembatani poin perselisihan. Dengan demikian, kedua belah pihak mungkin dapat menemukan hal-hal yang dapat mengubah mereka.

Lihat sudut pandang lain

Anda tidak boleh memaksakan kehendak meski Anda merasa pendapat Anda benar. Pahami dengan benar dampak apa yang terjadi jika terus “memaksa” menerapkan pendapat masing-masing.

Karena itu, Anda perlu mendengarkan dengan baik apa yang disampaikan oleh atasan. Kemudian hubungkan dengan kegelisahan dan permasalahan yang telah Anda catat sebelumnya.

Atur batas perselisihan

Ada beberapa hal yang tidak bisa Anda bawa pada atasan Anda. Ini biasanya termasuk pada situasi ilegal seperti pelecehan seksual atau diskriminasi, misalnya. Namun, Anda masih bisa mengatur mana yang harus dan tidak harus diketahui atasan.

Intinya, Anda juga harus cerdas dalam mengatur batasan masalah sehingga tidak membuat permasalahan semakin pelik dan absurd serta tidak to the poin pada masalah sebenarnya.

Ini 5 Cara dan Etika Adu Argumen dengan Atasan | Breaktime
Batas akan melindungi Anda dari mengeluarkan pendapat yang tak penting

Melibatkan pihak ketiga

Jika berbagai proses yang baik sudah dijalankan namun tak juga mencapai kesepakatan, Anda boleh mengusulkan pada atasan Anda untuk mendatangkan pihak ketiga.

Dengan bantuan pihak ketiga, mungkin mereka bisa melihat dengan benar-benar obyektif dari kedua sudut pandang. Namun jika masalah masih bisa diselesaikan hanya oleh Anda dan atasan, maka pihak ketiga tak perlu dihadirkan.

Perbedaan pendapat itu wajar, bahkan bisa menjadi anugerah untuk membuat segala sesuatu jadi lebih baik. Jadi, daripada mendebat hingga urat leher keluar, kenapa tidak dibicarakan dengan baik dan kepala dingin, B’timers? You can do it. (nap)

Share This Article