Hmm, Depresi itu Penyakit Turunan, Benarkah? | Breaktime
Hmm, Depresi itu Penyakit Turunan, Benarkah?
21.05.2016

Mungkin ibu, paman atau saudara perempuan Anda. Melihat salah satu anggota keluarga menderita depresi bisa menjadi hal yang menyulitkan. Tapi apakah itu artinya Anda juga berisiko mengalaminya, B’timers? Dan apakah itu tanda bahwa depresi merupakan penyakit turunan?

Stanford School of Medicine (SSM) memperkirakan 10 persen dari orang Amerika memiliki depresi jenis ini. Dan depresi klinis bisa berefek pada anak atau saudara Anda, lho. Sementara penelitian terbaru menyelidiki kemungkinan hubungan antara gen dan depresi. Hmm, jika demikian, apa alasannya?

Hmm, Depresi itu Penyakit Turunan, Benarkah? | Breaktime
Bahkan anak-anak pun rentan depresi, lho

Gen depresi bisa diturunkan?

Tim peneliti dari Inggris menemukan bahwa, sebanyak 40 persen orang ternyata memiliki gen yang sama dengan anggota keluarganya yang mengalami depresi. Sedangkan lingkungan dan faktor lainnya merupakan penyebab lainnya dari depresi.

Penelitian lain juga menunjukkan, jika Anda memiliki orang tua atau saudara kandung yang mengalami depresi , artinya Anda memiliki risiko hingga 3 kali atas kondisi yang sama, B’timers. Hal ini disebabkan oleh faktor keturunan dan lingkungan sebagai pemberi pengaruh yang paling kuat.

Faktor lain penyebab depresi

Jika tumbuh dan tinggal bersama seseorang dengan depresi, Anda akan lebih rentan terhadap suatu penyakit, lho. Bahkan anak yang melihat orangtua atau saudaranya dalam keadaan tertekan, akan belajar untuk meniru perilaku orang tersebut.

Dikatakan juga bahwa jenis kelamin bisa menjadi faktor penyebab depresi turunan, nih, B’timers. Satu studi menemukan, bahwa wanita memiliki risiko sebanyak 42 persen mendapatkan depresi turunan. Sedangkan pria hanya memiliki angka 29 persen.

Hmm, Depresi itu Penyakit Turunan, Benarkah? | Breaktime
Wanita lebih rentan dibandingkan pria

Hubungan dengan serotonin

Hormon serotonin ternyata memiliki kaitan dengan depresi, lho. Serotonin atau dengan kimia yang bikin Anda “merasa baik” berpengaruh pada neuron otak. Ketidakseimbangan kadar serotonin dapat menyebabkan gangguan mood dan serangan panik.

Dan kabar baiknya, lebih lanjut dikatakan para peneliti, bahwa faktor depresi dan penyakit mental lainnya bukan hanya dari gen yang diturunkan, B’timers. Karena seringkali depresi hanya bersifat sementara. Hal ini disebabkan oleh adanya peristiwa besar dalam hidup. Tentu Anda harus mewaspadainya. Tapi, depresi bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan hingga membuat Anda depresi terlebih dulu, kok, B’timers. (NO)

Share This Article