Hindari Beri Anak Hadiah Barang, Ini Sebabnya | Breaktime
Hindari Beri Anak Hadiah Barang, Ini Sebabnya
03.04.2017

Sebagai orangtua, tentu sudah sering kita mendengar anak yang rewel dan merengek. Biasanya anak-anak melakukan ini saat apa yang mereka inginkan tak bisa langsung didapatkan. Atau, ketika mereka tidak ingin melakukan sesuatu dan benar-benar menolak. Nah, B’timers, kalau sudah begini, apa yang biasanya Anda lakukan? Mungkin membujuknya adalah cara paling umum yang dilakukan para orangtua.

“Kalau kamu mengerjakan PR, nanti Mama beri hadiah video game”, “Berhenti menangis, nanti ibu belikan mainan”, “Jangan nakal di sekolah, ya, nanti kita beli es krim kesukaanmu”, pasti kata-kata semacam ini sudah sering jadi senjata andalan orangtua, terutama para ibu. Mendengar anak yang rewel dan tidak mau menurut memang melelahkan, dan menyikapinya juga butuh kesabaran.

Baca juga : ANAK PERTAMA JAUH LEBIH CERDAS, BENAR DEMIKIAN?

Namun, benarkah mengiming-iminginya dengan hadiah, atau bahkan memberikannya hadiah, adalah cara terbaik untuk mendidik anak? Well, mungkin rengekannya berhenti dan dia menurut begitu mendengar kalau dia akan mendapatkan hadiah. Dan apakah masalah selesai di sini? Sayangnya tidak. Itu karena, ketika kita memberikan hadiah pada anak, sama artinya dengan kita mengajarinya untuk “menyetir” orangtua.

Hindari Beri Anak Hadiah Barang, Ini Sebabnya | Breaktime
Mengajari anak menabung sejak dini membentuk pola pikirnya agar tak manja

Tanpa bermaksud berlebihan, namun jika anak dibiasakan mendapat hadiah, ia akan tumbuh dengan pola pikir yang manja. Dalam artian, tanpa diberikan pengertian yang jelas, anak akan melakukan sesuatu hanya karena berharap mereka akan mendapatkan imbalan. Tanpa memahami betul, apa itu sopan santun, mematuhi aturan dan tata krama, bersikap menghormati, bisa-bisa anak Anda tumbuh menjadi pribadi dewasa yang hanya tahu tentang menuntut hak, tanpa melakukan kewajiban yang benar.

Memang, tak ada yang salah dengan memberikan anak hadiah, karena itu adalah perwujudan rasa sayang dan apresiasi B’timers sebagai orangtua. Namun, yang tepat adalah memberikannya ketika ia memang berprestasi. Misalnya, saat ia mendapatkan ranking satu di kelas, ketika ia menang lomba cerdas cermat, banyak kesempatan di mana Anda bisa memberikan hadiah dalam bentuk barang kepada anak.

Baca juga : TAK PERLU BAWEL, INI TIPS MENYURUH ANAK BELAJAR!

Lalu, bagaimana sebaiknya mendidik anak dengan baik, tetap memberinya hadiah, tanpa mengurangi dan menghilangkan rasa tanggung jawab anak? Caranya adalah dengan memberinya pengalaman, B’timers. Seperti apa itu, memberikan hadiah berupa pengalaman pada anak? Bukan menghadiahinya dengan barang-barang, namun memberikannya motivasi dan inspirasi.

Jadi, seperti dilansir dari Kiddiematters, ajari anak untuk memiliki tujuan dalam hidupnya. Bersama-sama, bimbing anak Anda menuju mimpinya dan meraih cita-citanya. Dengan memiliki cita-cita, anak dengan sendirinya merasa sadar harus bekerja sungguh-sungguh untuk mencapai tujuannya. Sebagai orangtuanya, tumbuhkan rasa percaya diri anak dengan selalu menjelaskan pada anak Anda tentang kelebihan dan bakat yang dimilikinya.

Hindari Beri Anak Hadiah Barang, Ini Sebabnya | Breaktime
Anak merasa termotivasi dengan dukungan penuh dari orangtua

Obrolkan dengan mereka, apa yang mereka rasakan saat mereka sukses. Seperti, misalnya saat ia berhasil mendapat nilai bagus ketika ulangan matematika. Ajak anak Anda mengobrol, bagaimana perasaan mereka ketika sukses seperti itu. Ini adalah bentuk pembelajaran, bahwa perasaan lega, berhasil dan menang, juga sendirinya merupakan bentuk hadiah untuk diri sendiri, dan itu priceless.

Baca juga : TIPE IBU MANAKAH ANDA?

Seiring dengan hal tersebut, Anda pun bisa mulai mengurangi pemberian hadiah berupa barang pada anak. Agar, anak tak sampai merasa bergantung pada reward agar mau melakukan kewajibannya. Kemudian, yang terakhir adalah selalu berikan pujian untuk kesuksesan anak Anda. Mungkin ini terkesan remeh, namun hal kecil ini justru membuat anak Anda merasa bangga, memiliki orangtua yang selalu ada untuk mendukungnya.

Anak Anda pun akan semakin percaya diri. Mereka juga semakin yakin dengan kemampuan yang dimilikinya. Dengan begitu, buah hati B’timers akan termotivasi dengan sendirinya, ketika harus menyelesaikan tugas dan kewajibannya. Ia pun akan bekerja keras meraih mimpinya. So, good luck motivating your kids, parents. (md)



artikel kompilasi
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE