Heboh Obat PCC yang Berbahaya bagi Syaraf Otak | Breaktime
Heboh Obat PCC yang Berbahaya bagi Syaraf Otak
21.09.2017

Belakangan ini terjadi kehebohan di media sosial mengenai sekelompok anak di Kendari, Sulawesi Tenggara yang dicurigai mengalami halusinasi usai mengkonsumsi obat keras dengan jenis PCC. Kasus tersebut terhitung baru dalam dunia penyalahgunaan narkoba, khususnya di Nusantara. Selain anak-anak malang tersebut, obat keras PCC rupanya juga disalahgunakan oleh beberapa remaja dan orang dewasa, dengan total 76 korban yang telah jatuh sejauh ini. Selain mengalami halusinasi dan kejang-kejang, seseorang korban diketahui tewas usai meloncat ke laut.

Obat keras yang diduga sengaja diedarkan dengan menyasar anak usia sekolah tersebut sebenarnya merupakan akronim bagi 3 jenis campuran obat, yakni Paracetamol, Caffeine, dan Carisoprodol. Kombinasi dari ketiga bahan tersebut terbukti secara medis berbahaya bagi tubuh. Cariprosodol sendiri merupakan jenis obat muscle relaxer yang hanya bisa diperoleh secara terbatas dengan resep dokter. Obat tersebut biasanya digunakan sebagai bentuk terapi fisik pada pasien cedera, misalnya untuk menangani otot dan tulang, dan berfungsi untuk memotong rasa sakit yang mengalir dari syaraf di sekujur tubuh ke otak.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Cara Agar Rambut Tidak Kering

Di Indonesia, Carisoprodol biasa dijual dengan merk dagang Somadril namun telah dilarang beredar sejak tahun 2014 karena sering disalahgunakan. Pil PCC sendiri memiliki kandungan yang merupakan kombinasi dari ketiga bahan tersebut dan normalnya bermanfaat sebagai obat penenang, obat penyakit jantung, hingga untuk melemaskan otot apa digunakan sesuai dosis yang dianjurkan. Sayangnya, penyalahgunaan pil PCC yang baru saja terjadi di Kendari membuktikan bahwa obat tersebut dapat berakibat fatal apabila disalahgunakan dan dikonsumsi berlebihan tanpa resep dokter. 

Heboh Obat PCC yang Berbahaya bagi Syaraf Otak | Breaktime
Ini dia wujud pil PCC yang telah disalahgunakan sekelompok anak di Kendari

Mulai dari menimbulkan halusinasi hingga merusak kinerja syaraf pusat di otak, pil PCC terbukti sangat berbahaya bagi kelompok anak-anak di Kendari yang telah mengkonsumsinya secara massal. Setelah menyerang syaraf otak hingga rusak, pil PCC akan mempengaruhi kineja organ-organ besar lainnya dalam tubuh seperti hati dan ginjal. Andi Irawan Asfar, Sekretaris Komite Obat dan Pengobatan Komplimentaria IDI menuturkan bahwa halusinasi yang melanda sekelompok bocah di Kendari bukanlah dampak yang ditimbulkan dari penggunaan pil PCC dalam jangka panjang. Menurutnya, insiden yang para korban yang nampak berteriak tanpa kontrol tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh penyalahgunaan pil PCC yang juga merupakan obat keras secara berlebihan alias overdosis.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Ini yang Dilakukan Orang Sukses di Akhir Pekan

Tak hanya halusinasi dan linglung, pelaku penyalahgunaan pil PCC juga akan mengalami perubahan suasana hati serta gangguan emosi dan perilaku secara signifikan. Irawan juga menambahkan bahwa para pelaku penyalahgunaan pil PCC dalam jumlah besar melebihi takaran bisa dipastikan mengalami kerusakan organ. Dalam dunia pemberantasan narkoba, terdapat istilah bad trip yang gejalanya nampak pada pelaku penyalahgunaan pil PCC, yakni cemas, ketakutan, dan panik berlebihan. Belum lagi dampak overdosis serta risiko kematian yang terelakkan dalam setiap kasus penyalahgunaan obat terlarang. Meski mayoritas pengguna PCC masih dapat terselamatkan meski membutuhkan waktu penyembuhan yang cukup panjang. Agar dapat lepas dari ketergantungan dan dampak negatif penyalahgunaan obat, para pelaku tersebut harus dirujuk untuk mendapatkan medical check-up secara menyeluruh serta memerlukan rehabilitasi.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Kisah Sukses Presiden Direktur Auntie Anne’s

Semoga berbagai dampak fatal pil PCC tersebut membuat B’timers tak penasaran mencobanya ya! (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE