Kiat Sukses Mendidik Anak agar Lebih Patuh | Breaktime
Haruskah Mendisiplinkan Anak dengan Kekerasan?
10.07.2015
Teach the children...so it will not be necessary to teach the adults."--Abraham Lincoln

Sebagai orang tua, pernahkah B'timers merasa mulai stres dengan kelakuan anak yang tak kunjung ada perubahan? Kalau sudah begini, terkadang tangan mulai gemas untuk melakukan kekerasan pada anak, entah itu dalam bentuk memukul, mencubit, dan aktivitas lainnya. Eits, tapi benarkah cara ini?

James Lehman, seorang terapis anak New York City, menuturkan bahwa Anda tak bisa mengubah perilaku anak jadi lebih baik dengan memberikan hukuman kekerasan padanya. Yang ada, anak malah dapat bertingkah semakin brutal karena marah. Alih-alih menggunakan kekerasan, cobalah gunakan cara ini untuk mendidik buah hati Anda.

Berikan alasan

Cara paling mudah agar anak melakukan apa yang B'timers sarankan adalah dengan memberikan alasan yang jelas. Sebagai contoh, ketika Anda meminta anak untuk merapikan mainannya, katakan bahwa mereka perlu melakukan hal itu agar nanti bisa menemukannya dengan mudah saat bermain kembali.

Berikan pujian

Berikan pujian pada anak setiap melakukan pekerjaannya
Berikan pujian pada anak setiap melakukan pekerjaannya

Larry J. Koeing, PhD, penulis buku Smart Discipline menyatakan bahwa memberi pujian ketika anak berhasil melakukan sesuatu sangatlah penting. Ini akan mendorong anak untuk melakukan hal serupa demi mendapatkan respon positif dari Anda.

Berikan contoh

Terkadang anak menjadi susah diatur karena ia merasa tak menemukan contoh yang bisa diteladani. Oleh karena itu, awalilah dengan memberikan contoh yang baik. Sebagai contoh, letakkanlah barang-barang Anda secara rapi jika ingin anak juga melakukan hal yang sama.

Selain itu, biasakan untuk tidak berkata kasar atau membentak anak ketika marah. Daya ingat anak yang cepat dan perasaannya yang peka akan merekam kelakukuan buruk orang tuanya dan mempraktikkannya.

Berikan pemakluman

Kunci dari mendidik anak adalah kesabaran. Bila saat ini perilaku anak masih belum bisa menjadi seperti yang Anda inginkan, berikan ruang pemakluman. Jangan membuatnya merasa tak nyaman.

Sharon K. Hall, PhD, penulis buku Raising Kids in 21st Century menuturkan bahwa ini adalah momen yang pas untuk mengajarkan hal baik pada anak. Setiap orang pernah merasa berbuat salah, tapi dari situlah perbaikan diri di mulai.

Nah, alih-alih menggunakan cara kekerasan, mulai sekarang dekatilah buah hati Anda dengan penuh kasih sayang agar perilakunya jadi lebih manis.

Share This Article