Urus Anak Tantrum Tanpa Bantuan Baby Sitter? Bisa, Kok! | Breaktime
Hadapi Anak Tantrum Tanpa Bantuan Baby Sitter? Bisa, Kok!
08.10.2015

Pernahkah B’timers merasakan amukan tiba-tiba alias tantrum si Kecil ketika berada di rumah atau bahkan di tempat umum? Sekilas, keadaan ini memang sangat mengerikan, terlebih bila Anda tak memiliki baby sitter. Rasa galau dan bingung pastinya bikin Anda stres berat menghadapi anak yang sedang tantrum. Namun, Breaktime punya solusi cerdas untuk menstabilkan emosi buah hati saat ia tantrum:

Kenali penyebab anak tantrum

Umumnya, anak akan mudah marah ketika ia sakit, kelelahan,  kesal, dan menginginkan sesuatu. Oleh karena itu, buatlah catatan perilaku anak selama beberapa minggu yang dari sana B’timers bisa menghindari atau meminiamlisir terjadinya tantrum.

Bikin aturan dasar

Bila anak sudah terlanjur tantrum, jaga emosi Anda agar tak terpancing dengan suasana. Tetaplah berbicara dengan sikap dan intonasi suara tenang pada buah hati. Bila anak terus berteriak, katakan dengan tenang, “Ayo bicara yang baik sama mama..” atau “Kalau adik sudah bisa bicara yang baik, mama akan mengajak main...”. Dengan begitu, anak akan sadar bahwa amarahnya tak mempan dan perlahan emosi mereka akan stabil kembali.

Pindahkan ke lokasi yang aman

Ada kalanya anak tantrum suka melempar benda di dekatnya atau berguling-guling di lantai. Tak perlu panik, pindahkan buah hati ke tempat yang aman dan biarkan ia bebas berguling serta menangis sesaat.

Peluk anak saat tantrum
Peluk anak saat tantrum

Peluk anak dengan hangat

Setelah emosinya reda, datanglah dan peluklah mereka dengan hangat. Pelukan juga menujukkan simpati Anda pada anak dan membuat anak berpikir bahwa orang tua selalu ada bagi mereka sekaligus solusi masalahnya.

Jangan tertawakan anak

Terkadang, anak yang marah, berteriak, dan menangis terlihat lucu di mata sebagian orang. Tak heran, orang di sekitarnya akan tertawa melihat tingkahnya. Namun, sikap ini justru bikin tantrum anak makin menjadi karena ia merasa jengkel dan sekaligus ingin mengambil perhatian lebih dari orang di sekitarnya.

Jangan mudah menuruti keinginannya

Cara paling mudah untuk meredam anak tantrum memang adalah memberikan apa yang mereka mau. But, this is not the point, B’timers! Sebab, anak akan belajar menjadikan sikap tantrumnya sebagai “senjata canggih” untuk meminta apa yang dimau. Maka, cobalah tenang dan abaikan kemarahannya. Bila Anda mulai tersulut emosi dan segeralah menghindari anak untuk sesaat.

Bagaimana? Apakah B’timers siap menghadapi emosi anak tantrum dengan lebih cool? Selama Anda ingin belajar, bukan hal yang mustahil bila Anda bisa “menjinakkan” emosi anak, sekalipun tanpa baby sitter.

Share This Article