Eits, Jangan Ucapkan Kata Ini di Interview Kerja | Breaktime
Eits, Jangan Ucapkan Kata Ini di Interview Kerja
01.04.2016

Setelah lulus dari sekolah maupun universitas, B’timers pasti mengharapkan bekerja di salah satu perusahaan bonafit. Sayangnya, impian Anda tentu tidak bisa dicapai dalam jalan singkat. Anda harus melalui beragam urutan tes mulai tes tulis hingga tes wawancara.

B’timers mungkin sudah mempelajari bagaimana cara berbicara yang elegan dengan pertanyaan simulasi yang Anda buat. Namun, Anda tetap harus waspada untuk tidak mengatakan sederet kata-kata larangan berikut dalam menjawab pertanyaan wawancara, lho!

Ma’am

Mungkin B’timers akan merasa lebih sopan jika memanggil seseorang apalagi pewawancara dengan panggilan ibu atau bapak. Namun, siapa yang ingin dipanggil dengan panggilan yang terkesan tua dan kuno? Anda harus pandai-pandai mengolah kata sehingga tidak mengucapkan kata sapaan atau perhatikan baik-baik ketika pewawancara memperkenalkan diri dengan sebutan apa yang dia gunakan. 

Eits, Jangan Ucapkan Kata Ini di Interview Kerja | Breaktime
Did you just call me ‘ma’am’?? I’m younger than you, by the way!!!

Terserah

‘Terserah’ menjadi kata paling menyebalkan di dunia tahun 2015 berdasarkan polling yang dilakukan  Marist College. Tentunya B’timers juga kesal jika mendengar lawan bicara berkata ‘terserah’ pada kalimat yang Anda lontarkan. Kata ‘terserah’ menunjukkan Anda tidak punya inisiatif sendiri untuk mengutarakan pendapat. Itu sebabnya kata tersebut sebaiknya Anda hindari selama wawancara.

Sejujurnya

Mengatakan kata ‘sejujurnya’ dalam sebuah percakapan wawancara bisa mematikan Anda. Itu artinya B’timers memberi tahu kepada pewawancara bahwa jawaban yang Anda berikan sebelumnya adalah sebuah kebohongan. Tentunya pewawancara tidak akan mempekerjakan orang yang tidak jujur dalam perusahaannya, bukan?

Eits, Jangan Ucapkan Kata Ini di Interview Kerja | Breaktime
Sekali Anda berkata ‘sejujurnya’, pewawancara sudah malas mendengar celoteh Anda, lho!

Sesuatu

Saya gemar melakukan sesuatu yang menarik,” Kalimat tersebut memberikan kesan mengambang dan tidak yakin dengan apa yang Anda lontarkan. Daripada mengatakan seperti itu, B’timers dapat memberikan jawaban to-the-point seperti “Saya menyukai pekerjaan menulis sambil mendengarkan musik”. Jelaskan tentang passion, hobi, hingga bentuk tanggung jawab yang bisa Anda tangani.

Tidak

Untuk beberapa kasus, kata tidak merupakan tabu untuk B’timers ucapkan kepada pewawancara. Misal saat pewawancara menanyakan apakah Anda memiliki pertanyaan tentang perusahaan ataupun posisi yang Anda lamar, jangan sekali-kali mengatakan tidak. Persiapkan pertanyaan seputar perusahaan ataupun posisi untuk menunjukkan ketertarikan Anda terhadap posisi yang Anda lamar.

Eits, Jangan Ucapkan Kata Ini di Interview Kerja | Breaktime
Jangan hanya duduk diam selama menunggu, belajarlah agar dapat bertanya nantinya

Kecanduan

Kata ‘kecanduan’ memiliki aura negatif seakan Anda sangat tidak bisa terlepas dari suatu hal. Meskipun B’timers memberi embel-embel kegiatan yang positif seperti membaca atau melihat film dokumenter, kecanduan tetaplah kecanduan. Pewawancara tentunya tidak ingin kecanduan Anda nantinya berdampak negatif pada perusahaannya, jadi hindarilah kata tersebut.

Seputar politik

Pembicaraan seputar politik sangat sensitif untuk dibicarakan selama wawancara berlangsung. Hindari mengatakan B’timers mendukung kubu A atau B karena alasan politik seperti ini-itu jika perusahaan yang Anda lamar tidak berkaitan dengan sektor politik ataupun pemerintahan. Waspada jangan terlihat memihak pada salah satu kubu apalagi jika sedang ada kampanye pemilihan umum.

Fiuhh.. Ternyata banyak, ya, yang harus diperhatikan selama wawancara berlangsung? Lakukan latihan rutin di depan kaca ataupun bersama teman dekat Anda agar kemampuan Anda dalam menjawab pertanyaan wawancara menjadi lebih baik. Dengan begitu, impian untuk segera mendapatkan kerja akan segera terwujud. Selamat mencoba, B’timers! (ft)

Share This Article