Di 5 Situasi Ini Anda Harus Bertindak Egois | Breaktime
Di 5 Situasi Ini Anda Harus Bertindak Egois, Kapan Saja?
18.01.2016

Kita seringkali dibuat sebal dengan seseorang yang selalu berbuat semaunya atau egois. Bahkan, kebanyakan orang dengan karakter egois selalu dihindari oleh teman-temannya. Tapi, apa Anda yakin Anda sendiri tidak pernah berbuat egois?

B’timers, memprioritaskan diri sendiri tidak selalu bermakna egois. Tindakan egois pun bukanlah hal yang buruk jika dilakukan di waktu yang benar. Nah, berikut ini beberapa situasi di mana Anda boleh, atau mungkin juga harus, egois atau mengutamakan diri Anda sendiri.

  • Ketika Anda sakit

Sudah tentu Anda harus memprioritaskan diri Anda ketika Anda sedang sakit. Kesehatan itu penting dan Anda boleh menolak tugas dari atasan Anda jika Anda benar-benar tidak sanggup melakukannya. Mintalah waktu untuk istirahat di rumah dan pergilah ke dokter.

  • Ketika Anda lapar

Di 5 Situasi Ini Anda Harus Bertindak Egois | Breaktime
Makan saja saat lapar daripada pingsan

Keadaan lapar benar-benar menyiksa, apalagi jika terjadi di tengah rapat yang panjang. Anda boleh bertindak “curang” dengan sedikit gigitan biskuit dan cokelat yang telah Anda persiapkan. Menyuapkan makanan secepatnya jauh lebih baik daripada menahannya lalu pingsan.

  • Benar-benar lelah

Jangan sekali-sekali memaksakan diri jika Anda merasa kondisi tubuh Anda benar-benar kelelahan. Anda boleh meninggalkan kegiatan Anda dan mengambil istirahat sejenak. Beraktivitas saat tubuh kelelahan dapat melemahkan sistem imun yang bisa membuat Anda jatuh sakit.

Di 5 Situasi Ini Anda Harus Bertindak Egois | Breaktime
Ambil waktu istirahat saat benar-benar lelah
  • Anda merasa dimanfaatkan

Manusia memang tak pernah puas dengan apa yang orang lain lakukan untuk mereka. Bagi Anda yang suka memberi mungkin tak masalah dengan permintaan tolong mereka. Namun, akan ada saat di mana Anda menyesal mengatakan “Ya”.

B’timers, jangan pedulikan mereka hanya karena mereka menekan Anda atau bermain dengan keadaan Anda sendiri untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Belajarlah untuk tidak dimanfaatkan.

  • Mempertahankan komitmen

Baik di kantor, keluarga maupun lingkungan masyarakat, Anda boleh mengutamakan diri sendiri jika berada di kondisi yang bertentangan dengan komitmen Anda. Contohnya, Anda tidak mungkin diam dan menerima saja ketika dipaksa menikah dengan seseorang yang bukan kriteria Anda bukan?

Meskipun demikian, Anda harus menyampaikan keberatan Anda dengan cara yang baik ya, B’timers. Jangan sampai kesempatan Anda untuk berbuat egois justru membuat Anda terlihat sebagai pribadi yang buruk. (nap)

Share This Article