Penikmat Hujan : Manusia Paling Bahagia Di Dunia | Breaktime
Dear Penikmat Hujan, Anda Adalah Manusia Paling Bahagia Di Dunia
05.12.2015
“tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu”—Sapardi Djoko Damono

Apa yang biasa terjadi ketika hujan turun? Yap, ada orang yang mengeluh tanpa henti karena harus basah kuyup, tapi ada orang yang justru kegirangan dan begitu menikmati datangnya hujan. Yang manakah diri B’timers? Well, tahukah Anda bahwa orang yang menikmati hujan ternyata bisa jadi manusia paling berbahagia di dunia? Kok bisa?

Tahu persis cara menikmati hidup

Orang yang mencintai hujan adalah mereka yang mampu menikmati perjalanan hidup dengan sebenar-benarnya. Mereka mampu menjelaskan dengan detail indahnya gemericik hujan yang merembes di luar jendela dan keajaibannya mengubah suasana. Bahkan, mereka tak ragu keluar ruangan, mendongakkan kepala dan membentangkan tangan menikmati setiap dinginya guyuran air hujan yang menerpa wajah dan pori kulit tubuhnya.

Penikmat Hujan : Manusia Paling Bahagia Di Dunia | Breaktime
Penikmat hujan tahu caranya bahagia dari hal sederhana

Tak terlalu tertarik dengan gadget

Seorang peneliti kebahagiaan dari Harvard University, Dr. Matt Killingsworth, Ph.D menemukan bahwa penikmat hujan tak ragu lepas dari gadget demi meresapi indahnya guyuran air segar dari langit. They live in the moment, bukan hanya sibuk eksis di dunia maya berbalas komentar dengan orang tak dikenal. Bagi mereka, tak ada yang lebih indah dari pesona hujan yang mendinginkan hati.

Lebih percaya diri

Let’s face it, adakah orang yang lebih gila dari penikmat hujan yang rela berkeliaran di luar ruangan layaknya anak umur empat tahun? Namun, kegilaan inilah yang bikin mereka tampil lebih percaya diri dibanding banyak orang lainnya. Meski basah kuyup, tak selintaspun pikiran takut dianggap gila. Indeed, they still look good.

Penikmat Hujan : Manusia Paling Bahagia Di Dunia | Breaktime
Saat masalah menyapa, pecinta hujan tak lantas kehilangan senyumnya

Lebih tabah saat banyak masalah

Pecinta hujan umumnya juga seorang pemikir yang dalam. Berbagai masalah dalam hidup diibaratkan seperti hujan yang mengguyur. Masalah yang menyesakkan hati dianggapnya tak lebih dari dinginnya hujan yang membirukan kulit. Sekeras apapun masalah menghadang, mereka selalu yakin adanya jalan keluar. Sesederhana indahnya pelangi yang membingkai kaki langit setelah hujan.

Mampu melihat keindahan di tengah reruntuhan

Keistimewaan lain yang bikin pecinta hujan selalu bahagia adalah ketika mereka mampu melihat keindahan saat banyak hal berjatuhan. Filosofi mereka sangat sederhana, “let the rain wash away all the pain of yesterday.” Maka jangan kaget bila pecinta hujan adalah positive thinker yang ulung.

Sangat bijak saat bersikap

Tahu kapan dan bagaimana harus bersikap tegas tanpa menyakiti orang bisa jadi perkara yang super tricky. Tapi tidak bagi pecinta hujan. Mereka terdidik memiliki jiwa instrospeksi mendalam ketika merenungi guyuran hujan. Yap, kebiasaan mereka yang suka merenung itulah yang menjadikan mereka lebih bijak dalam menyikapi banyak hal.

Bahkan, mereka tak perlu menghadapi pengalaman buruk untuk belajar. Alhasil, mereka punya kepribadian yang jauh dari temperamental. Bersamanya, Anda bisa berbagi banyak hal tanpa judgment apapun. Baginya, mendengar sudut pandang berbagai orang tentang hidup adalah perkara mengasyikkan yang meluaskan khazanah kehidupannya.

Nah, terungkap sudah mengapa pecinta hujan bisa jadi manusia paling bahagia di dunia, meski banyak hal berjatuhan dalam hidupnya. Apakah B’timers tertarik untuk menjadi setangguh para pecinta hujan? (vsc)

Share This Article