Sering Memarahi Anak Akan Berdampak pada Masa Depan | Breaktime
Dampak Negatif Kekerasan dalam Pola Didik untuk Anak
03.08.2015

Kini tengah marak diperbincangkan kasus kriminal berat yang dilakukan seorang remaja asal Vietnam bernama Jennifer Pan. Jennifer yang tinggal menetap di Kanada bersama keluarganya telah menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh kedua orangtuanya. Alasannya mencengangkan, yaitu karena ia sering dimarahi akibat perilaku buruknya. Jennifer yang duduk di bangku kuliah kerap bolos dan justru menggunakan uang sekolah dari orangtuanya untuk bersenang-senang.

Jennifer Pan dengan tega ingin menghabisi nyawa orangtuanya
Jennifer Pan dengan tega ingin menghabisi nyawa orangtuanya

Dalam rencana pembunuhan tersebut, ayah Jennifer berhasil lolos dari maut. Well, apa yang B’timers tangkap dari kasus tadi? Ya, bisa jadi pola didik untuk Jennifer-lah yang salah. Marah memang perlu untuk mengingatkan anak bahwa dia salah, namun jangan sampai bersikap terlalu keras. Sebab itu justru bisa berdampak buruk untuk psikologis anak. Apa saja dampaknya?

Anak akan mengalami gangguan psikologis

Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam jurnal Child Development, anak yang dididik dengan kekerasan akan lebih rentan terkena gangguan psikologis.

Tidak akan bisa berprestasi di sekolah

Jika orangtua gagal memenuhi kebutuhan anak, khususnya kebutuhan dasarnya seperti kasih sayang dan perhatian, hal itu bisa ikut menurunkan prestasi anak secara dramatis di sekolah, demikian disebutkan dalam jurnal Child Abuse & Neglect.

Anak akan mudah mengalami depresi dan merendahkan dirinya sendiri
Anak akan mudah mengalami depresi dan merendahkan dirinya sendiri

Menderita depresi dan merasa rendah diri

Menurut studi yang diterbitkan dalam Journal of Adolescent Research, anak yang dididik dengan ekstrem seperti dengan kekerasan, cenderung lebih rentan mengalami depresi dan tak bisa melihat sisi positif diri mereka.

Kekerasan dan masalah dalam perilaku

Jika anak dibesarkan dalam lingkungan yang penuh kekerasan, itu bisa mendorong anak ikut melakukan kekerasan, demikian disebutkan dalam American Journal of Orthopsychiatry.

Gagal dalam mengembangkan diri

Jika pada masa pertumbuhan anak tak bisa berkembang, ia akan tumbuh lebih lambat, perkembangan mentalnya juga lebih lama, serta terlihat tanda-tanda malnutrisi.

Anak sulit mengembangkan diri karena terkungkung oleh kekerasan
Anak sulit mengembangkan diri karena terkungkung oleh kekerasan

Bermasalah dengan hukum

Berdasarkan studi yang diterbitkan di International Journal of Child, Youth & Family Studies, anak-anak yang diabaikan oleh orangtua mereka lebih mudah terjerumus dalam kenakalan remaja.

Buruknya kemampuan sosialisasi dengan orang lain

Menurut sebuah studi dalam American Journal of Orthopsychiatry, anak-anak yang sering mendapat tindak kekerasan dari orangtuanya akan lebih sulit bersosialisasi di sekolah dan masyarakat.

Tidakkah dampak negatif kekerasan pada anak terdengar begitu menyeramkan? Karena buah hati adalah titipan Ilahi, rawat dan didik mereka dengan sabar, tulus dan penuh kasih sayang, B’timers.

Share This Article