Urusan Kantor Mengganggu Kehidupan Pribadi Anda? | Breaktime
Cari Tahu, Apakah Urusan Kantor Mengganggu Kehidupan Pribadi Anda?
19.12.2015

Belakangan ini, keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi menjadi hal yang mustahil dijalani, B’timers. Dengan kemajuan teknologi yang pesat membuat para pekerja dengan mudah mengakses apapun selama 24 jam penuh. Ketakutan akan kehilangan pekerjaan pun menjadikan mereka rela untuk melakukan lembur. Dan kenyataannya, sekitar 94 % pekerja professional bekerja lebih dari 50 jam setiap minggu, bahkan hampir setengah jumlah tersebut mengatakan bekerja lebih dari 65 jam per minggu, seperti yang dilaporkan oleh penelitian Harvard Business School.

Nah, bagaimana, sih, agar bisa membagi waktu antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi kita?

Prioritaskan mana yang penting

Dengan memprioritaskan apa yang paling penting dalam hidup Anda, akan mudah untuk memutuskan antara pekerjaan atau kehidupan.

Dengan bertambahnya usia, prioritas kita pun akan berubah. Seperti misalnya, ketika Anda masih berumur 20-an, mungkin tidak akan mempermasalahkan waktu kerja 60 jam per minggu. Namun sebagai senior, dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi, pengalaman serta pandangan, Anda pasti akan menolak.

Urusan Kantor Mengganggu Kehidupan Pribadi Anda? | Breaktime
Terlalu sering lembur membuat pekerja justru tidak produktif

Coba untuk bekerja cerdas

Apabila kantor Anda memberlakukan sistem absen, bukan berarti dengan berada di kantor lebih lama dari rekan kerja yang lain membuat Anda memiliki tingkat produktifitas yang lebih baik dari mereka.

Dan menurut Hukum Parkinson, menambahkan jam kerja, hanya akan menyebabkan Anda kehilangan konsentrasi. Jadi, alih-alih menyelesaikan tugas dengan baik, Anda malah tidak bisa fokus. Nah, jika sudah seperti itu, mungkin Anda akan menghibur diri dengan menengok sekilas laman media sosial. Namun sebenarnya hal tersebut justru akan membuat Anda membuang waktu sia-sia saja, B’timers.

Maksimalkan energi

Banyak orang yang merasa semakin lama di kantor, energi mereka semakin terkuras. Sehingga menyebabkan mereka kesulitan untuk tetap fokus di jam-jam tertentu, seperti setelah makan siang misalnya.

Pertama, Anda harus mendapatkan tidur yang berkualitas dan ikuti teknik manajemen stress untuk menjaga agar energi tetap pada level tertinggi.  Dan yang kedua, sediakan waktu minimal setiap minggu untuk berolahraga. Karena jika kita ingin menyeimbangkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi, kita harus memilikicukup energi. Selain untuk rutinitas di kantor, saat pulang pun tentunya Anda tidak ingin bermain dengan anak-anak sebagai zombie hidup, bukan?

Nah, B’timers, tidak sulit untuk mendapatkan keseimbangan yang baik antara urusan kantor dengan keluarga, kan? Intinya, Anda harus bisa menikmati setiap aktivitas yang dilakukan setiap waktu, dengan demikian hidup pun tidak akan terasa berat. Jika diperlukan lakukan liburan singkat bersama keluarga untuk menghilangkan penat akibat schedule padat di kantor. (no)

Share This Article