Awas! Ternyata Anak - Anak Juga Beresiko Alzheimer | Breaktime
Bukan Hanya Orang Dewasa, Anak-anak Juga Berisiko Terserang Alzheimer
07.07.2015

Lupa menaruh barang merupakan hal yang wajar. Tapi jika hal ini terjadi sangat sering dan terus berulang, bisa jadi B’timer mengidap Alzheimer. Parahnya, belum lama ini ditemukan kasus Alzheimer yang terjadi pada anak-anak.

Sebelum membahas ebih dalam tentang hal tersebut, ada baiknya kita kenalan dulu yuk, dengan Alzheimer! Tahukah B’timers kalau Alzheimer ini merupakan nama seorang dokter yang pertama kali menemukan penyakit Alzheimer? Pada tahun 1906, seorang dokter berkebangsaan Jerman bernama Dr. Alois Alzheimer menemukan ketidaknormalan dalam jaringan otak seorang wanita. Dr. Alzheimer menemukan gumpalan plak amyloid yang menyebabkan memori dalam otak menghilang, dan menyebabkan otak tidak bisa membaca bahasa serta emosi.

Beberapa indikasi seseorang terserang Alzheimer adalah mengalami kesulitan mengingat, bingung membaca peta, kepekaan organ penciuman berkurang, dan sering mengajukan pertanyaan yang sama secara berulang.

Sering menanyakan hal yang sama, merupakan salah satu gejala Alzheimer
Sering menanyakan hal yang sama, merupakan salah satu gejala Alzheimer

Pada umumnya, mereka yang mengidap penyakit ini adalah orang-orang berusia 65 tahun ke atas. Banyak faktor yang menjadi pemicu Alzheimer, beberapa di antaranya keturunan, kolesterol tinggi, tingkat folat rendah, dan usia yang sudah melebihi 40 tahun.

Tapi, ada kabar mengejutkan. Pernah ditemukan kasus Alzheimer yang terjadi pada kembar identik berusia 4 tahun bernama Addison dan Cassidy Hempel. Layaknya anak-anak biasa, mereka menjalani kehidupan yang normal, pergi sekolah, bermain di rumah, dan juga gemar beraktivitas di luar ruangan.

Namun, mereka ternyata menderita Alzheimer jenis Niemann-Pick Disease Type C (NPC) yang akan menyebabkan penderitanya kehilangan memori dan kemampuan motoriknya. Dan diprediksi, mereka tidak akan bisa tumbuh sampai remaja.

Nah, salah satu cara yang bisa digunakan untuk menghindari Alzheimer adalah dengan memperhatikan keseimbangan asupan nutrisi dan juga tetap aktif berkegiatan meski sudah lanjut usia.

Share This Article