Berbahagialah Miliki Anak yang Sering Membantah | Breaktime
Berbahagialah Miliki Anak yang Sering Membantah dan Seenaknya Sendiri
01.01.2016

Banyak orang tua yang tidak segan memarahi bahkan sampai memberikan hukuman fisik kepada anaknya ketika mereka mulai membangkang, membantah sampai dengan melanggar aturan yang ditetapkan.
Namun, tahukah Anda, B’timers, memiliki buah hati yang tidak selalu menuruti apa kata Anda atau melanggar aturan, ternyata baik, lho. 

Menurut sebuah penelitian, seorang anak yang memiliki kisaran usia antara 8-12 tahun dan sering membantah, membangkan dan juga bertindak semaunya sendiri tanpa mengikuti aturan justru di masa dewasanya akan lebih mudah mencapai pendidikan yang lebih baik dan juga mendapatkan kesuksesan.

Memang tidak dijelaskan secara rinci apa hubungan antara ‘pemberontakan’ sang anak dengan kemapanan hidup di saat dewasa, akan teapi disebutkan bahwa pada usia-usia tersebut, anak-anak dalam fase pembentukan kepribadian non–kognitif.

Berbahagialah Miliki Anak yang Sering Membantah | Breaktime
Anak-anak jenis ini lebih mengutamakan pemikirannya sendiri untuk melakukan berbagai hal

Bahkan, anak-anak dengan karakter pembangkang seperti itu akan lebih kompetitif dalam segala hal dan tidak mau kalah. Dengan sifatnya yang tidak ingin kalah serta terus berkompetisi, maka secara tidak langsung mereka telah memupuk kekuatan untuk tidak terlalu bergantung dengan orang lain dan menuruti intuisi dari dalam dirinya sendiri.

Oleh karenanya, ketika menginjak masa dewasa, maka dia akan berjuang mati-matian untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dan berusaha berkompetisi dengan siapa saja yang menurutnya adalah saingan.

Namun tak sedikit dari orang tua beranggapan bahwa sifat seperti ini adalah negatif dan perlu dipangkas dalam diri sang buah hati. Pandangan tersebut menurut banyak terapi adalah salah. Para orang tua justru diharapkan dapat menjadi pendukung apa yang mereka inginkan agar sang anak lebih termotivasi untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Tentu saja dengan mengarahkannya secara perlahan dan memberikan pengertian jika apa yang mereka lakukan tersebut melenceng.

Ketika buah hati B’timers mulai membangkang dan mengungkapkan argumen mereka, jangan dipotong, akan tetapi dengarkan dengan seksama dan cari jawaban atau solusi tepat secara cepat. (das)

Share This Article