Benarkah yang Suka Traveling Lebih Panjang Umur? | Breaktime
Benarkah yang Suka Traveling Lebih Panjang Umur?
13.04.2016

Bagi beberapa orang, mereka melihat liburan sebagai kebutuhan. Sementara yang lain justru menganggap itu adalah kemewahan. Padahal menurut John Morrey, Wakil Presiden dan General Manager dari situs travel online menjelaskan, keseimbangan kerja dan hidup adalah hal yang sangat penting.

Liburan tidak hanya memberikan Anda kesempatan untuk menikmati kehidupan di dunia luas, tetapi juga membuat anda lebih produktif saat kembali bekerja. Bahkan dari penelitian lain, mereka yang sering traveling akan lebih panjang umur. Wow! Benarkah demikian, B’timers?

Kesehatan fisik yang lebih baik

The New York Times menuliskan bahwa liburan dapat membantu kesehatan fisik Anda. Untuk pria dan wanita, setidaknya meluangkan wantu untuk berwisata setiap dua tahun akan memiliki resiko lebih sedikit memiliki penyakit jantung atau serangan jantung koroner, lho. Jadi hanya dengan traveling Anda bisa mengurangi anggaran untuk pengobatan, kan?

Meningkatkan kekuatan mental

Bekerja sepanjang waktu dan menyelesaikan segala masalah yang ada mungkin akan membuat Anda menjadi penguasa dunia. Tapi otak akan merasa sesuatu yang benar-benar berbeda, B’timers. Penelitian dari University of California menemukan bahwa otan tidak memiliki kemampuan untuk mengumpulkan energi. Dan dengan liburan otak akan ter-reset untuk kembali berfungsi dengan baik.

Benarkah yang Suka Traveling Lebih Panjang Umur? | Breaktime
Pergi ke tempat yang baru dapat menambah keberanian

Dapat menjaga kestabilan emosi

Siapapun yang terus tenggelam dalam rutinitas harian dan kesibukan kantor pasti akan merasa emosinya gampang berubah. Bahkan tak jarang emosi tersebut meledak jika dibiarkan. Nah, jika Anda lebih sering melakukan traveling, semua beban di dalam pikiran akan menyusut. Jadi Anda tidak akan mudah tersulut emosi, B’timers.

Liburan dapat menenangkan pikiran

Otak memang akan terbiasa, saat Anda tidak pernah berlibur. Tapi itu adalah ide yang sangat buruk. Beberapa ahli saraf percaya, bahwa hubungan saraf yang menghasilkan perasaan tenang akan menjadi lemah jika tidak pernah merasakan keadaan yang tenang. Hal tersebut bisa semakin buruk jika Anda tidak memberikan kesempatan untuk otak sedikit bersantai.

Benarkah yang Suka Traveling Lebih Panjang Umur? | Breaktime
Berada di tempat yang tenang akan membuat pikiran tenang

Gampang merasa bahagia

Psikolog lingkungan telah mengamati adanya getaran positif yang akan terbawa di dalam diri Anda setelah kembali dari liburan, B’timers. Dan yang menarik, efek tersebut bisa menulari orang-orang di sekitar kita. Coba bayangkan jika yang kembali dari liburan ada lebih dari 5 orang, hmm virus kebahagiaan akan sangat cepat menyebar.

Setelah mengetahui bahwa mereka yang suka traveling lebih panjang umur, Anda pasti akan mulai merencanakan liburan akhir pekan nanti, kan? Selamat berlibur dan panjang umur, B’timers! (NO)

Share This Article