“Marah” Punya Manfaat Bagi Kesehatan Jiwa? | Breaktime
Benarkah “Marah” Punya Manfaat Bagi Kesehatan Jiwa?
10.06.2016

Sejak kecil Anda sering diajarkan untuk menghindari berbagai emosi negatif, kan, B’timers? Ini untuk membuat diri tetap positif. Tapi terkadang emosi negatif pun tidak bisa dihalangi. Lalu, apakah ada cara untuk memanfaatkan emosi tersebut untuk digunakan secara positif, B’timers? Dan terbuktikan ini rahasia dari manfaat “marah” bagi kesehatan jiwa Anda.

Kemarahan bisa menjadi hal positif

Dari kecil kita selalu diajarkan bahwa kemarahan hanya akan memberikan kerugian dan menghambat kehidupan sehari-hari. Namun berdasarkan penelitian terbaru, terbukti bahwa ketika seseorang sedang marah, dia lebih cenderung berpikir dengan cara yang sistematis. Dengan demikian, kita bisa belajar untuk mengendalikan emosi tersebut dan mengubahnya dengan sesuatu yang lebih kreatif.

Salurkan emosi negatif jadi positif

Produktivitas yang positif karena emosi negatif seperti marah, dianggap jauh lebih menguntungkan. Misalnya saja, ternyata kemarahan dapat digunakan secara produktif dalam negosiasi, namun dengan aturan yang tepat, B’timers. Sebuah studi menunjukkan bahwa ketika seseorang berada dalam kondisi ini, mereka memiliki kemampuan untuk bertindak lebih produktif daripada biasanya, B’timers.

“Marah” Punya Manfaat Bagi Kesehatan Jiwa? | Breaktime
Jika diatasi dengan benar, marah bisa mengubah Anda lebih produktif, lho

Pahami ketika menggunakan emosi

Agar emosi negatif dapat memiliki efek positif, orang-orang yang terlibat harus memiliki pengetahuan yang cukup dalam mengendalikannya. Anda harus menyadari bahwa kemarahan dapat bermanfaat, tetapi juga dapat menjadi berbahaya jika salah digunakan. Bagaimana negatif dan positifnya hasil yang didapatkan, tergantung dari kemampuan seseorang mendeteksi situasi tersebut.

Wow, ternyata di balik buruknya emosi negatif yang sering kita jauhi ini, marah bisa berubah menjadi lebih menguntungkan dengan energi yang lebih positif. Namun sebelum Anda mencoba mengendalikan emosi negatif itu, pelajarilah dulu bagaimana Anda mengendalikan kemarahan. Jangan sampai malah berubah menjadi lebih buruk, ya, B’timers? (NO)

Share This Article