Benarkah Banyak PR Berdampak Buruk bagi Anak? | Breaktime
Benarkah Banyak PR Berdampak Buruk bagi Anak?
18.10.2017

Pernahkah Anda mengamati berapa banyak PR yang didapatkan buah hati Anda dari sekolah setiap harinya? Seperti anak-anak pada umumnya, anak Anda menjalani masa sekolah dengan penuh semangat karena bertemu banyak teman dan melakukan berbagai kegiatan menyenangkan. Nyatanya, sistem pendidikan saat ini menuntut siswa untuk mendapatkan penilaian dari tumpukan PR hampir setiap hari dalam sepekan. Belum lagi PR yang seakan tiada habisnya di akhir minggu maupun libur panjang.

Tak semua anak menikmati sekolah sama halnya dengan mengerjakan tumpukan pekerjaan rumah. Waktu belajar dan bermainnya kian tak seimbang dengan berbagai PR yang menghabiskan keseluruhan waktunya di luar jam sekolah. B’timers perlu mewaspadai kesehatan anak Anda ketika banyaknya PR yang diperoleh anak Anda mulai membuatnya malas-malasan hingga ketakutan pergi ke sekolah. Dilansir dari parenting.com, sebuah riset sederhana yang dilakukan para ibu bertajuk The Case Against Homework: How Homework Is Hurting Our Children and What We Can Do About It berupaya menyadarkan para orangtua maupun tenaga pengajar akan bahaya PR bagi kualitas kesehatan anak.

Banyaknya PR membuat anak kehilangan waktunya untuk menjadi anak-anak ketika bermain dan belajar harus dilakukan secara seimbang dan tanpa paksaan. Sebagian besar PR merupakan latihan soal yang menyita waktu dan menuntut perhatian ekstra dari si kecil. Kegiatan belajar tak lagi menjadi pengalaman positif nan konstruktif namun berubah menjadi rutinitas yang penuh tekanan. Sepulang sekolah, anak terpaksa menghabiskan waktunya untuk mengerjakan PR dan tak lagi punya waktu luang untuk sekedar berinteraksi dengan orangtua, bahkan untuk makan bersama keluarga sekalipun. 

Benarkah Banyak PR Berdampak Buruk bagi Anak? | Breaktime
PR yang berlebihan justru membuat anak frustrasi, alih-alih membantunya belajar lebih baik

Apa saja tanda-tandanya ketika anak Anda mulai merasa tertekan hingga muak dengan banyaknya PR yang dibawanya dari sekolah? Buah hati Anda mungkin akan mulai membenci sekolah. Akan tiba masanya ketika si kecil bahkan melampiaskan rasa frustrasinya dengan histeris saat menghadapi tumpukan PR pada malam-malam menjelang masuk sekolah keesokan paginya. Organisasi The National Education Association merekomendasikan bahwa waktu 10 menit untuk mengerjakan PR setiap malamnya sudah dirasa cukup.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Punya Bos Menyebalkan? Hadapi Dengan Cara Ini!

Durasi pengerjaan PR yang melebihi 10 menit akan terasa berlebihan dan membuat anak stress. Poin utamanya ialah bahwa anak mengerjakan PR untuk lebih memahami suatu konsep pelajaran dengan mudah saat punya cukup waktu untuk mengerjakan 5 latihan soal. Hal tersebut akan terasa jauh lebih efektif bagi anak daripada harus bergulat menyelesaikan 50 soal dalam semalam. Dalam sebagian besar kasus, orangtua cenderung jatuh kasihan dan mencoba meringankan beban anak dengan cara membantunya mengerjakan PR. Namun pernahkah B’timers berpikir bahwa hal tersebut justru tidak solutif karena hanya meringankan bebannya sementara tanpa melatihnya menyelesaikan masalah sendiri?

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Tetap Kerja Saat Weekend? Coba Lakukan Ini!

Langkah paling bijak yang bisa Anda lakukan sebagai orangtua ialah dengan mencoba berbicara dengan wali kelas maupun perwakilan guru di sekolahnya. Sampaikan hasil pengamatan Anda mengenai kesibukan anak yang tiada habisnya di rumah saat harus berkutat mengerjakan PR setiap malam. Seringkali, para guru dan wali kelas tak menyadari seberapa banyak PR yang diberikan dan pengaruhnya dalam menimpulkan rasa tertekan pada anak didiknya. B’timers juga bisa mencoba berbicara dengan kepala sekolah maupun staf akademis agar dapat menerapkan kebijakan dalam hal standar kuantitas PR yang tepat bagi siswa.

Baca juga: http://breaktime.co.id/health/mind-and-soul/bosan-dengan-hidup-coba-lakukan-cara-ini.html

Anda juga bisa menyatukan suara dengan para orangtua murid lainnya agar lebih meyakinkan dewan sekolah. Masalahnya bukan pada PR yang semata-mata berdampak buruk bagi anak, namun seberapa banyak PR yang dapat dikerjakan anak secara efektif dalam sekali waktu. Semoga B’timers bisa memberikan kualitas pendidikan yang terbaik bagi anak Anda ya! (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE