Begini Cara Tepat Atasi Anak yang Suka Berbohong | Breaktime
Begini Cara Tepat Atasi Anak yang Suka Berbohong
20.01.2016

Anak-anak yang suka berbohong sering kali membuat orang tua marah dan gelisah. Mendapati buah hati sering berbohong membuat orang tua kecewa karena merasa gagal mengajarkan hal yang baik pada anak. Padahal tidak selamanya kebohongan yang dilakukan anak adalah masalah yang besar.

Orang tua patut mengerti apa saja alasan yang mendorong buah hatinya berbohong. Beberapa di antaranya adalah keinginan anak untuk membangun jati dirinya, ingin mandiri dari orang tua, ingin diperhatikan, tidak mau melukai perasaan orang lain, menghindari masalah dan lain sebagainya.

Namun, jangan buru-buru marah saat mendapati buah hati Anda berbohong. Perlu Anda ketahui bahwa berbohong di usia anak-anak dan remaja bukanlah masalah moral. Itu adalah tentang cara anak memecahkan masalah, merasa kurang memiliki kemampuan dan menghindari konsekuensi.

Nah, berikut ini sejumlah cara tepat untuk mengatasi anak Anda yang berbohong:

  • Jangan langsung bereaksi

Begini Cara Tepat Atasi Anak yang Suka Berbohong | Breaktime
Jangan langsung marah agar anak tidak kaget

Ketika Anda mendapati anak Anda berbohong, sebisa mungkin jangan langsung bereaksi saat itu juga. Sebaliknya, suruh dia ke kamar agar hatinya menjadi lebih tenang. Setelah itu, bicarakan dengan pasangan, teman atau anggota keluarga yang Anda percaya untuk menyusun rencana. Ingatlah bahwa jika Anda merespon tanpa berpikir akan membuat usaha Anda tidak efektif. Jadi, beri diri Anda waktu untuk merencanakan hal ini dengan baik.

  • Jangan mendebat

Begini Cara Tepat Atasi Anak yang Suka Berbohong | Breaktime
Jangan mendebat penjelasan anak

Saat berbicara dengannya, Anda tidak perlu mendebatkan tentang kebohongan Anak. Katakan saja dan ungkapkan apa yang Anda lihat. Mungkin Anda tidak tahu alasan anak Anda berbohong, namun pelan-pelan dia akan menceritakan sendiri apa yang membuatnya memilih untuk berbohong.

  • Tenang namun jangan bertele-tele

Ketika Anda sedang berbicara dengan anak Anda, lebih spesifiklah tentang apa yang Anda lihat dan apa masalah yang ingin Anda tahu. Anda dapat menyatakan dengan tenang tanpa harus disertai dengan emosi.

Katakan hal-hal yang bisa membuatnya berhenti berbohong dengan konsekuensi seperti "Jika berbohong tentang pekerjaan rumah terus, kamu harus menanggung konsekuensinya", atau "Sudah jelas kamu menyelinap keluar tadi malam. Akan ada konsekuensi untuk perilaku itu,”. Namun ingat, katakana dengan nada yang lebih bersahabat agar anak tidak semakin takut dan tertekan.

Berbohong bukan masalah moral, namun tentang bagaimana anak-anak memecahkan masalah. Pada kenyataannya, itulah sebabnya mereka berbohong. Mereka tidak ingin mendapat masalah atas apa yang telah mereka lakukan sehingga mereka memilih berbohong. Artinya, mereka perlu keterampilan yang lebih baik, dan Anda sebagai orang tua harus dapat merespon, dengan membantu mengasah kemampuan mereka untuk memecahkan masalah. (nap)

Share This Article