Awas! Stres Berikan Dampak Mengerikan pada Otak | Breaktime
Awas! Stres Berikan Dampak Mengerikan pada Otak
21.07.2015
”You must learn to let go. Release the stres. You were never in control anyway.” – Steve Maraboli

Setiap orang pasti pernah mengalami tekanan dalam hidup yang membuat stres, khususnya bagi orang dewasa. Mulai dari tagihan bulanan, biaya sekolah anak hingga deadline pekerjaan yang mencekik. Nah, apakah B’timers juga pernah atau tengah mengalami stres? Well, it happens, but get rid of it fast! Mengapa? Karena stres rupanya juga bisa berdampak langsung pada otak, dan efek itu buruk. Bagaimana stres bisa “mengubah” otak kita? Inilah penjelasannya:

Stres dapat memicu perubahan kimiawi yang membuat cepat marah

Bukankah saat stres kita lebih senang menyendiri dan tak ingin orang lain mendekat? Di bawah tekanan, pikiran seseorang bisa jadi teralihkan dan mudah lupa. Juga mudah marah dan menggerutu. Pada akhirnya, kita akan kehilangan perasaan ramah dan jadi menjauhi orang lain.

Stres kronis dapat menyusutkan otak

Stres dapat merusak kapasitas otak untuk belajar dan mengelola memori dengan mengurangi volume dari jaringan otak yang berkaitan dengan emosi, kontrol diri dan fungsi fisiologi. Stres jangka pendek bahkan bisa memicu masalah komunikasi pada sel otak yang terkait dengan memori dan kemampuan belajar.

Stres bisa membuat otak ikut menyusut
Stres bisa membuat otak ikut menyusut

Satu kejadian yang bikin stres bisa membunuh sel-sel otak

Saat ada suatu kejadian yang membuat kita stres, itu bisa menghentikan produksi neuron dalam hippocampus dan berdampak pada kecepatan koneksi antara sel-sel hippocampal, demikian disebutkan dalam Scientific American. Bahkan, satu kejadian saja yang membuat stres, bisa menghancurkan neuron yang terbentuk dalam hippocampus.

Stres bisa mengacaukan memori dengan memicu respon ancaman pada otak

Saat stres, kortisol menghambat aktivitas hippocampus, itu sekaligus meningkatkan ukuran dan aktivitas amygadala, pusat otak yang berfungsi untuk respon emosional dan motivasi. Ini berarti respon kita terhadap informasi baru yang diterima otak jadi lebih emosional.

Seram, bukan? Anda tentu tidak ingin merusak otak sendiri dengan membiarkan stres menetap dalam pikiran. Karena itu, beri waktu istirahat dan rileks untuk otak B’timers agar sejenak lepas dari berbagai hal yang bisa menyebabkan stres.

Share This Article