Awas, Jangan Sampai Otak Anda Dikendalikan Televisi! | Breaktime
Awas, Jangan Sampai Otak Anda Dikendalikan Televisi!
23.04.2015

Di Amerika, rata-rata orang menonton TV lebih dari 4 jam sehari, yang berarti 5 kali lebih lama dibandingkan waktu yang digunakan untuk bersosialisasi. Tak hanya di Amerika saja, di berbagai belahan dunia ada saja kebiasaan nonton TV yang benar-benar tak bisa ditinggalkan. Sadarkah B’timers bahwa hal ini berarti “memberi izin” pada TV untuk bekerja mempengaruhi otak kita?

Ya, TV punya cara ajaibnya sendiri untuk mengubah otak dan pikiran. Penasaran bagaimana TV melakukannya? Simak informasi dari Breaktime berikut ini:

TV bisa mengubah kepribadian anak-anak

Semakin sering seorang balita menonton TV, ketika beranjak dewasa ia akan cenderung mengalami obesitas, tak bisa belajar matematika dengan baik, tidak aktif atau tidak banyak bergerak, dan berperilaku buruk saat di kelas. Sebuah studi di New Zealand tahun 2010 menyebutkan semakin lama waktu yang dihabiskan seorang balita untuk menonton TV, semakin tinggi resikonya untuk drop out saat sekolah nanti.

TV menurunkan daya tangkap otak

Saat menonton TV, seseorang akan kesulitan memusatkan perhatiannya pada hal lain. Studi tahun 2010 di Iowa State University juga menemukan bahwa pelajar yang menatap layar TV atau komputer lebih dari dua jam sehari lebih cenderung mengalami kesulitan dalam menyimak atau memperhatikan suatu objek.

Terlalu sering nonton TV bisa menyebabkan obesitas

Saat menonton TV, B’timers akan berdiam diri di satu tempat dalam waktu yang cukup lama. Belum lagi, kadang kegiatan ini diselingi dengan aktivitas ngemil yang membuat lemak dan kalori menumpuk dalam tubuh. Hal inilah yang membuat obesitas alias kegemukan tak terhindarkan.

salah satu faktor pemicu tindak kekerasan
salah satu faktor pemicu tindak kekerasan

TV bisa jadi pemicu tindak kekerasan

Demikian hebatnya TV sampai-sampai bisa “mengajak” seseorang melakukan kekerasan bahkan mengarah pada tindak kriminal yang melanggar hukum. Anak-anak yang lebih sering menonton TV cenderung melakukan tindakan agresif seperti mengancam, menyerang, dan berkelahi saat ia mulai beranjak dewasa.

B’timers, TV bisa jadi bermanfaat namun bisa juga membahayakan tergantung bagaimana Anda menyikapinya. Kalau sudah begini, artinya Anda lah yang harus membatasi diri supaya tak dikendalikan oleh TV!

Share This Article