Atasi Efek Psikologis Setelah DiPHK dengan Bijak | Breaktime
Atasi Efek Psikologis Setelah Dipecat dengan Bijak
27.02.2016

Inflasi dari waktu ke waktu berimbas pada peningkatan harga bahan baku perusahaan. Tidak heran jika beberapa perusahaan memutuskan untuk memotong jumlah karyawannya untuk menekan biaya produksi. Jika B’timers merupakan salah satu dari karyawan yang terkena imbas pemecatan, maka sebaiknya Anda berhati-hati terhadap efek psikologis setelah dipecat yang bisa jadi membegal semangat B’timers.

Kepanikan

Wajar jika B’timers merasakan kepanikan karena putusan pemecatan tersebut. Membayangkan Anda akan bergabung dengan ribuan orang untuk memperebutkan suatu jabatan saja sudah membuat merinding, apalagi harus berjuang dengan asupan dana yang terbatas setelah pemecatan.

Panik hanya akan memperburuk suasana dan banyak kesempatan baik akan hilang jika B’timers terus cemas akan dampak pemecatan tersebut. Sebaiknya B’timers menelaah dengan jernih sebab dan susun rencana Anda di masa mendatang dengan lebih baik.

Emosi negatif

Selain panik, marah dan kesedihan merupakan efek psikologis setelah dipecat lain yang bisa menghantui Anda kapanpun. Tidak salah jika B’timers merasakan berbagai luapan emosi akibat pemecatan sepihak oleh perusahaan tempat Anda mengabdi bertahun-tahun, namun hindari hingga berlarut-larut.

Daripada B’timers menghabiskan waktu untuk merutuki nasib Anda setelah dipecat, sebaiknya Anda menyimpan energi untuk melakukan hal-hal positif. Sibukkan diri dengan mencari sumber informasi lowongan pekerjaan lain atau membuka usaha baru bisa jadi solusi menghindarkan diri dari tekanan stress.

Atasi Efek Psikologis Setelah DiPHK dengan Bijak | Breaktime
Jangan biarkan aura negatif menguasai Anda

Pola pikir yang kaku

Pemecatan berarti B’timers harus memulai lagi merintis karir dari awal. Terkadang pemikiran kaku tentang pekerja kontrak tidak sederajat dengan posisi Anda sebelumnya justru membatasi ruang gerak Anda, lho! Coba ubahlah pemikiran Anda menjadi lebih luas.

Tidak selamanya pekerja kontrak akan menjadi kontrak, justru melalui kontrak tersebut membuka peluang untuk menjadi pegawai tetap. Selain itu, kembangkan peluang kerja Anda tidak hanya sebatas pengalaman kerja sebelumnya. Mencoba posisi kerja yang lain juga memberikan peluang dan pengalaman yang tidak monoton dalam hidup Anda.

Mengasingkan diri

Perasaan malu terhadap anggota keluarga atau teman-teman lain karena sekarang berstatus pengangguran akan selalu ada dalam diri Anda. Namun bukan berarti menjadi alasan untuk B’timers memutuskan untuk mengasingkan diri dan tidak bergerak aktif kembali.

Daripada menyimpan kesedihan sendiri, bukankah lebih baik membaginya bersama keluarga dan teman Anda? Siapa yang tahu bahwa melalui mereka kabar baik mengenai peluang kerja yang baru justru terbuka. Mereka akan membantu B’timers untuk mendapatkan solusi atas pemecatan tersebut.

Atasi Efek Psikologis Setelah DiPHK dengan Bijak | Breaktime
Apapun yang terjadi selalu ada keluarga mendukung Anda

Pemecatan oleh perusahaan bukan akhir dari hidup Anda, maka B’timers harus mengatasi munculnya efek psikologis setelah dipecat dengan bijaksana. Dengan lebih memiliki pemikiran yang terbuka tidak hanya berimbas baik pada diri Anda, namun juga bagi kerabat dan rekan dekat Anda. Buka peluang kerja mulai dari diri Anda sendiri. Selamat mencoba, B’timers! (ft)

Share This Article